• Home
  • Covid 19
  • Benarkah Obat Kumur yang Mengandung Povidone Iodine Bisa Mencegah Covid-19?

Benarkah Obat Kumur yang Mengandung Povidone Iodine Bisa Mencegah Covid-19?

Sejak pandemi Covid-19 merebak, berbagai cara dilakukan untuk mencegah diri terinfeksi virus Covid-19. Selain membiasakan diri untuk rajin cuci tangan dengan sabun, muncul imbauan untuk rajin berkumur menggunakan obat kumur yang mengandung Povidone Iodine. Zat ini dipercaya dapat mengurangi perkembangan virus Covid-19. Benarkah demikian?

 

Apa itu Povidone Iodine?

Povidone-Iodine adalah antiseptik yang berfungsi untuk mencegah terjadinya infeksi pada luka. Selain mengobati luka, obat ini dapat digunakan untuk membersihkan bagian tubuh sebelum dilakukan tindakan medis atau operasi. Antiseptik ini bekerja dengan cara merusak sel-sel kuman dan membuatnya menjadi tidak aktif. Povidone-Iodine tersedia dalam beragam bentuk, di antaranya larutan antiseptik, pembersih kulit, obat kumur, spray hidung, dan spray tenggorokan.

 

Obat kumur Povidone Iodine dan Covid-19

Povidone-Iodine dikenal memiliki sifat antimikroba spektrum luas, yaitu antimikroba yang bekerja terhadap beberapa jenis mikroorganisme baik gram positif, gram negatif, maupun jenis mikroorganisme lainnya. Selain itu, Povidone Iodine juga telah diketahui efektivitasnya untuk mematikan famili coronavirus seperti SARS dan MERS.

Seperti diketahui, Covid-19 bisa ditularkan melalui percikan air liur dari mulut, hidung, maupun saat berbicara dan bersin. Untuk itu, penting bagi kita menjaga kebersihan mulut dan melindungi diri dari percikan droplet dapat masuk ke tubuh kita.

Sebuah penelitan menyebutkan bahwa antiseptik Povidone Iodine dapat membunuh nyaris 99,99% virus penyebab Covid-19. Namun, penelitian ini baru dalam tahap sel (in vitro). Penelitian ini dianggap masih belum cukup kuat untuk mengetahui efek Povidone-Iodine terhadap virus Covid-19 di manusia.

Hingga saat ini, penelitian penggunaan Povidone-Iodine untuk melawan virus Covid-19 baru dalam tahapan uji pre-klinis pada sel dan hewan dan belum ada hasil uji klinis fase I-III pada manusia untuk mengetahui manfaatnya secara luas.

Meskipun bukti ilmiah dianggap belum cukup, namun penggunaan obat kumur Povidone-Iodine tetap dianjurkan untuk penggunaan sehari-hari, terutama pada praktik doketr gigi. Penggunaan obat kumur ini mampu mematikan virus yang menempel di permukaan tenggorokan. Namun, obat ini tidak mampu membunuh virus sudah masuk dalam saluran tenggorokan.

Hal yang perlu diperhatikan pula ialah penggunaan obat kumur ini dapat memicu gangguan tiroid pada orang yang mengalami kelebihan hormon tiroid (hipertiroid). Beberapa gejala yang muncul di antaranya pembesaran kelenjar di leher, jantung berdebar dan sering berkeringat. Bagi Anda yang memiliki gangguan ini, sebaiknya konsultasikan penggunaan obat kumur ini dengan dokter Anda.

 

Berkumur dengan Teknik Gargling

Saat berkumur dengan obat kumur ini, akan lebih optimal jika Anda melakukannya dengan teknik gargling. Cara ini dianggap cara yang paling ampuh untuk membunuh virus Covid-19 yang ada di permukaan tenggorokan.

Teknik gargling dilakukan dengan cara berkumur atau mengocok cairan di pangkal tenggorokan. Caranya, dongakkan kepala ke belakang hingga 45 derajat, lalu berkumurlah hingga cairan terasa membilas tenggorokan. Lakukan ini sesuai durasi yang dianjurkan yaitu sekitar 30 detik, dan tahan jangan sampai tertelan.

Bagi para tenaga kesehatan atau profesi lain yang berisiko tinggi tertular infeksi virus Covid-19 dapat melakukan kumur dengan teknik ini selama 30 detik setiap 4 jam sekali. Namun selain itu juga perlu memerhatikan protokol kesehatan dan menggunakan APD yang lengkap setiap bertugas. 

 

Protokol Kesehatan Tetap Menjadi Kunci

Hingga saat ini, belum ada obat atau tindakan yang dapat benar-benar mencegah infeksi virus Corona. Namun, risiko penularan terinfeksi virus Corona dapat diminimalisir dengan tetap menerapkan protokol kesehatan di mana pun berada. Protokol kesehatan tersebut meliputi:

  • Memakai masker dengan benar.
  • Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60%.
  • Menjaga jarak minimal 1 meter.
  • Menghindari kerumunan.
  • Menjaga kesehatan secara umum, seperti mengonsumsi vitamin, misalnya vitamin D 1000 IU dan vitamin C 500 mg, berolahraga teratur, dan konsumsi makanan sehat.
  • Selain itu, saat ini telah ada vaksinasi Covid-19 yang dapat Anda ikuti.

 

Jadi, berkumur menggunakan povidon-iodine tentu memiliki manfaat yang baik untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut. Efek terhadap virus Corona pun tetap ada dan menjadi salah satu terapi yang perlu dilakukan jika Anda terkena Covid-19, meski bukan merupakan suatu langkah yang terbukti efektif untuk mencegah terinfeksi virus Corona.

 

Mau tahu informasi dan artikel kesehatan mengenai penyakit Covid-19? Cek di sini, ya!

 

Bagikan :

Writer : Ratih AI Care
Editor :
  • dr Ayu Munawaroh, MKK
Last Updated : Wednesday, 14 September 2022
  1. Tsai CL, et al. Possible beneficial role of throat gargling in the coronavirus disease pandemic. Publich Health. 2020 Aug;185:45-6.
  2. Mohamed NA, et al. Could antiseptic prevent COVID-19?. Tropical Biomedicine. 2020;37(4):1141-5.
  3. Chopra A, et al. Can povidone iodine gargle/mouthrinsse inactivate SARS-CoV-2 and decrease the risk of nosocomial and community transmission during the COVID-19 pandemic? An evidence-based update. Japanese Dental Science Review. 2020; 57:39-45.