• Home
  • Covid 19
  • Subvarian Omicron XBB Masuk Indonesia, Seperti apa Gejalanya?

Subvarian Omicron XBB Masuk Indonesia, Seperti apa Gejalanya?

Credits: Freepik. Masyarakat dihimbau untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.

Sejak virus SARS-Cov-2 muncul untuk pertama kalinya di China, virus tersebut terus-menerus bermutasi dari varian S, L, Alpha, Beta, Delta, hingga Omicron. Setiap varian sebenarnya memiliki gejala yang hampir sama, namun keparahan gejala dan kecepatan penularannya bisa berbeda. 

Subvarian Omicron XBB adalah rekombinan dari varian BA.2.75 dan BJ.1, yang kabarnya sudah ditemukan di Indonesia. Di Singapura, subvarian ini berhasil meningkatkan jumlah kasus positif hingga 0,79 kali gelombang BA.5 dan 0,46 kali gelombang BA.2. Untuk itu, Kemenkes melalui juru bicaranya, dr. M. Syahril menghimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan bersama. 

 

Kasus Pertama Subvarian Omicron XBB di Indonesia 

Dilansir Sehat Negeriku, Kemenkes melaporkan bahwa subvarian Omicron XBB sudah ditemukan di 24 negara di dunia, termasuk Indonesia. Kasus pertama subvarian XBB ini adalah transmisi lokal, yang terdeteksi pertama kali pada seorang wanita berusia 29 tahun. Dari hasil laporan perjalanan, wanita tersebut baru saja melakukan perjalanan ke Lombok, Nusa Tenggara Barat. 

Pasien dinyatakan positif pada 26 September 2022, kemudian menjalani isolasi dan dinyatakan sembuh pada 3 Oktober. 

Untuk mengantisipasi penularan, semua orang yang telah melakukan kontak erat dengan pasien mendapatkan testing dan tracing. Hasil dari pemeriksaan, semua kontak erat dinyatakan negatif subvarian XBB. Namun karena varian ini dilaporkan menular dengan lebih cepat, maka semua masyarakat dihimbau untuk memperketat kembali protokol kesehatan. 

 

Gejala Subvarian Omicron XBB 

Menurut juru bicara Kementerian Kesehatan dr. M. Syahril, pasien pertama yang ditemukan dengan subvarian Omicron XBB mengalami gejala seperti batuk, pilek dan demam. Dilansir NetMeds, berikut adalah beberapa gejala yang dilaporkan ditemukan pada pasien dengan subvarian Omicron XBB. Gejala tersebut termasuk gejala infeksi saluran pernapasan atas yang bersifat ringan hingga sedang, di antaranya seperti: 

  • Sakit tenggorokan 
  • Hidung tersumbat 
  • Kebingungan 
  • Kelelahan 
  • Nyeri otot 
  • Nyeri tubuh 

Beberapa pasien lain juga dilaporkan mengalami gangguan pencernaan seperti mual, muntah dan diare. Meskipun gejalanya mirip dengan flu biasa, namun tetap perlu mendapatkan perhatian dan perawatan yang baik.

Dari beberapa kasus yang dilaporkan, gejala yang ditemukan memang tidak terlalu parah, namun orang dengan sistem kekebalan yang lemah, menderita diabetes, lanjut usia, atau memiliki riwayat penyakit lain mungkin membutuhkan perawatan intens di rumah sakit. 

 

Berbahayakah Subvarian Omicron XBB Dibandingkan dengan Varian Sebelumnya?

Hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa subvarian XBB memang memiliki lebih banyak perubahan DNA daripada subvarian Omicron sebelumnya. Perubahan ini terlihat pada domain pengikatan reseptor (permukaan luar protein spike). 

Pada subvarian XBB, strain ini telah bermetamorfosis sedemikian rupa sehingga memberikan keuntungan tambahan untuk melampaui antibodi yang ditingkatkan melalui vaksinasi atau infeksi alami. Subvarian XBB memang lebih cepat menular, namun jumlah kasus positifnya belum sampai menunjukkan adanya gelombang yang baru.

Walaupun demikian, tindakan pencegahan dengan menjalankan protokol kesehatan tetap harus dilakukan agar tidak terjadi lonjakan kasus yang besar. Dilaporkan bahwa pasien saat ini mengalami gejala ringan hingga sedang dan tingkat keparahan penyakit masih rendah. 

Untuk mencegah peningkatan kasus subvarian XBB, maka masyarakat dihimbau untuk memenuhi dosis vaksinasi yang dianjurkan, baik dosis utama maupun dosis booster. Pemberian dosis booster dapat memberikan proteksi yang lebih baik pada tubuh. 

Selalu gunakan masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mencuci tangan dengan sabun dan air bersih atau menggunakan hand sanitizer untuk menjaga kebersihan tangan. Anda dapat melakukan tes PCR apabila Anda melakukan kontak langsung dengan orang yang dinyatakan positif, atau mengalami gejala seperti yang disebutkan di atas. 

 

Mau tahu informasi seputar penyakit lainnya? Cek di sini, ya!

 

Bagikan :

Writer : Agatha Writer
Editor :
  • dr Nadia Opmalina
Last Updated : Tuesday, 06 December 2022
Julia Landwehr (2022). New COVID Variants May Fuel a Winter Surge—What to Know About BQ.1, XBB, and Others. Available from: https://www.health.com/bq1-bq11-xbb-covid-omicron-subvariants-6752975
 
Netmeds (2022). What Is XBB Omicron Variant? Symptoms, Severity, And Chances Of Hospitalization. Available from: https://www.netmeds.com/health-library/post/what-is-xbb-omicron-variant-symptoms-severity-and-chances-of-hospitalization
 
SehatNegeriku (2022). Varian XBB Terdeteksi di Indonesia, Masyarakat Diminta Waspada. Available from: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20221022/0541350/varian-xbb-terdeteksi-di-indonesia-masyarakat-diminta-waspada/
 
Setkab RI (2022). Omicron Subvarian XBB Terdeteksi di Indonesia, Kemenkes Minta Masyarakat Waspada. Available from: https://setkab.go.id/omicron-subvarian-xbb-terdeteksi-di-indonesia-kemenkes-minta-masyarakat-waspada

SehatNegeriku (2022). Kemenkes Umumkan 4 Kasus Sub Varian Omicron XBB. Available from: Kemenkes Umumkan 4 Kasus Sub Varian Omicron XBB – Sehat Negeriku (kemkes.go.id)