Mengapa Cuci Darah Perlu Dilakukan Sebagian Orang?

Mengapa Cuci Darah Perlu Dilakukan Sebagian Orang?
Ilustrasi kesehatan ginjal. Credits: Freepik

Bagikan :


Cuci darah atau yang dikenal dengan istilah hemodialisis adalah prosedur mengeluarkan limbah, racun, dan kelebihan cairan dari darah. Proses ini penting bagi sebagian orang terutama mereka yang menderita gagal ginjal atau mengalami penurunan fungsi ginjal secara signifikan.

 

Bagaimana Hemodialisis Bekerja?

Hemodialisis memerlukan mesin dialisis yang bekerja seperti ginjal buatan. Untuk melakukan prosedur ini perlu dilakukan pembedahan kecil untuk mengakses pembuluh darah dan menciptakan penghubung antara pembuluh arteri dan vena.

Darah kemudian dialirkan dari tubuh pasien ke mesin dialisis melalui tabung. Mesin ini memiliki filter yang disebut dialyzer, yang berfungsi sebagai ginjal buatan. Mesin ini memungkinkan limbah dan kelebihan cairan keluar dari darah, sementara sel-sel darah dan protein penting akan tetap berada di dalam darah. Setelah darah dibersihkan, darah dikembalikan ke dalam tubuh melalui tabung yang sama.

Prosedur hemodialisis biasanya dilakukan tiga kali seminggu, dengan setiap sesi berlangsung sekitar 3-5 jam. Frekuensi dan durasi tergantung pada kondisi dan seberapa baik ginjal masih berfungsi.

 

Kondisi yang Membutuhkan Cuci Darah

Cuci darah sangat diperlukan oleh sebagian orang, terutama dengan gangguan ginjal. Ada beberapa kondisi yang menyebabkan seseorang membutuhkan cuci darah, di antaranya:

Gagal ginjal kronis

Gagal ginjal kronis adalah salah satu kondisi yang menyebabkan seseorang membutuhkan cuci darah. Kondisi ini menyebabkan Anda kehilangan kemampuan untuk menyaring darah dengan baik.

Ketika ginjal rusak, ginjal tidak dapat membuang limbah metabolik dan kelebihan cairan dari tubuh. Ini menyebabkan penumpukan racun dalam darah yang bisa berbahaya dan berpotensi mematikan. Cuci darah membantu menggantikan fungsi ginjal yang hilang dengan menyaring darah di luar tubuh.

Gagal ginjal akut

Pada gagal ginjal akut, ginjal mendadak mengalami penurunan fungsi secara tiba-tiba. Kondisi ini bisa terjadi akibat infeksi, obat-obatan, dan cedera fisik yang memengaruhi ginjal.

Prosedur cuci darah bisa menjadi langkah penyelamatan hidup sementara ginjal memiliki waktu untuk pulih.

Baca Juga: Benarkah Gemar Makan Ayam Goreng Krispi Menyebabkan Gagal Ginjal?

Kelebihan cairan dalam tubuh

Ginjal yang sehat mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh dengan membuang kelebihan air melalui urine. Pada pasien dengan gagal ginjal, cairan ini dapat menumpuk dan menyebabkan pembengkakan, masalah pernapasan, dan tekanan darah tinggi.

Prosedur cuci darah dapat membantu menghilangkan kelebihan cairan dan mengurangi beban organ-organ tubuh lainnya.

Penumpukan zat beracun

Ginjal berfungsi untuk menyaring zat-zat beracun dari darah, seperti urea dan kreatinin. Pada pasien dengan gagal ginjal, zat-zat ini dapat menumpuk dalam darah hingga mencapai tingkat yang berbahaya. Cuci darah secara efektif mengeluarkan zat-zat ini, mencegah komplikasi serius seperti kerusakan jaringan dan organ.

Baca Juga: Cara Mencegah Terkena Penyakit Gagal Ginjal Kronis

Keseimbangan elektrolit

Ginjal berperan penting dalam menjaga keseimbangan elektrolit tubuh, seperti kalium, natrium, dan kalsium. Apabila tubuh Anda mengalami ketidakseimbangan elektrolit, Anda berisiko mengalami masalah kesehatan serius seperti gangguan irama jantung atau kelemahan otot.

Cuci darah perlu dilakukan untuk mengatur atau menyeimbangkan kembali kadar elektrolit sehingga fungsi tubuh dapat kembali normal.

 

Meskipun tidak menjamin kesembuhan, cuci darah adalah prosedur penting yang dapat menyelamatkan banyak orang dengan masalah ginjal. Bicarakan dengan dokter apabila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai cuci darah, atau manfaatkan layanan konsultasi kesehatan bersama dokter Ai Care dengan mengunduh aplikasinya melalui App Store atau Play Store.

 

Mau tahu informasi seputar penyakit lainnya? Cek di sini, ya!

Writer : Agatha Writer
Editor :
  • dr Nadia Opmalina
Last Updated : Kamis, 15 Agustus 2024 | 07:32

National Kidney Foundation. Hemodialysis. Available from: https://www.kidney.org/atoz/content/hemodialysis 

Cleveland Clinic (2022). Kidney Failure. Available from: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17689-kidney-failure 

Kelli Miller (2023). When Do I Need Dialysis?. Available from: https://www.webmd.com/a-to-z-guides/kidney-dialysis 

Mayo Clinic (2023). Hemodialysis. Available from: https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/hemodialysis/about/pac-20384824 

Health Direct (2022). Dialysis. Available from: https://www.healthdirect.gov.au/dialysis 

Brian Krans (2023). What to Know About Dialysis: Procedure Types, Benefits, and Risks. Available from: https://www.healthline.com/health/dialysis 

Better Health. Kidneys - dialysis and transplant. Available from: https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/kidneys-dialysis-and-transplant 

Abhinac Goyal, et all (2023). Acute Kidney Injury. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK441896/ 

Yolanda Smith, B.Pharm. (2019). Electrolyte Disturbance and Acute Kidney Failure. Available from: https://www.news-medical.net/health/Electrolyte-disturbance-and-acute-kidney-failure.aspx