Trauma Masa Kanak-Kanak yang Bisa Membentuk Pribadi Mudah Marah

Credits: Freepik

Bagikan :


Sebuah hal yang normal ketika Anda marah saat menghadapi sesuatu seperti diganggu, diperlakukan tidak adil, frustrasi atau ditipu. Seberapa besar kemarahan, manifestasi bentuk kemarahan tersebut serta bagaimana Anda mengelola amarah Anda dipengaruhi oleh kehidupan di masa kanak-kanak.

Seseorang yang ketika masa kanak-kanak memiliki trauma tertentu mungkin memperlihatkan kemarahan yang berlebihan dan sulit mengendalikan diri hingga menyakiti orang lain. Ketahui apa saja trauma masa kanak-kanak yang membentuk pribadi mudah marah.

 

Mengalami Kekerasan Verbal

Kekerasan pada anak dapat menyebabkan trauma psikologis serius. Kekerasan verbal seperti penghinaan, ancaman, kata-kata kasar dapat memberikan dampak negatif pada perkembangan dan kesehatan mental anak.

Anak yang sering menerima kekerasan verbal bisa merasa rendah diri, cemas, takut, dan kehilangan rasa aman. Semua hal tersebut bisa memicu timbulnya masalah kesehatan mental seperti kecemasan, depresi dan PTSD ketika anak dewasa.

Trauma tersebut pada akhirnya bisa memengaruhi bagaimana otak anak berkembang dan bagaimana kesehatan mentalnya saat dewasa. Jika seorang anak terus-menerus ditekan, maka ia bisa merasa kesulitan mengontrol emosi, mengalami peningkatan stres dan kecemasan, serta meningkatkan respons kemarahan. 

Kekerasan verbal juga bisa memengaruhi cara anak belajar dan berkembang secara sosial, termasuk kemampuan untuk memahami dan mengelola emosi, menyelesaikan konflik, dan berkomunikasi dengan baik. Mereka bisa memiliki masalah dalam mengatur emosi, mengembangkan perilaku yang agresif serta kecenderungan merespon segala sesuatu dengan cara berlebihan, termasuk marah.

Baca Juga: Ketahui Dampak Sering Marah Sambil Berteriak pada Anak Remaja

 

Parenting yang Otoriter dan Mengekang

Anak-anak tumbuh besar mengikuti hal-hal yang orang tua mereka tunjukkan dan ajarkan. Bila orang tua mengajarkan anak secara otoriter dan ketakutan, selalu berteriak pada anak hingga memberikan kekerasan fisik, mereka bisa ikut berteriak atau menggunakan kekerasan. Ada bagian dalam diri anak yang tidak bisa menerima hal yang mereka alami. 

Karena orang tua tidak menjadi figur yang membantu anak untuk mengelola emosi dan perasaan-perasaan sulit tersebut. Anak akan belajar sendiri untuk mengatasi perasaannya. Trauma psikologis yang diakibatkan oleh pertengkaran orang tua bisa memengaruhi cara anak belajar dan berkembang, termasuk kemampuan untuk memahami dan mengelola emosi, menyelesaikan konflik, dan berkomunikasi dengan baik. Efeknya pada beberapa anak, mereka bisa menjadi agresif dan sensitif.

Baca Juga: Penyebab Anda Mudah Marah dan Cara Mengatasinya

 

Sering Merasa Diabaikan

Anak yang merasa diabaikan atau kurang mendapatkan perhatian serta kasih sayang dari orang tua cenderung mengalami trauma psikologis yang menyebabkan anak tumbuh menjadi pribadi pemarah dan agresif saat dewasa. Anak yang diabaikan dapat merasa tidak dihargai, tidak dicintai, dan kurang memiliki rasa aman dan kepercayaan pada orang dewasa di sekitarnya.

Ketidaknyamanan emosional atau fisik karena pengabaian bisa mengalami berbagai macam gangguan kesehatan mental, termasuk depresi atau kecemasan saat dewasa.

 

Tidak perlu malu saat Anda menyadari bahwa Anda juga salah satu orang yang tumbuh menjadi pribadi pemarah karena trauma di masa kanak-kanak. Trauma masa kanak-kanak memang memberikan kesulitan tersendiri saat mengelola kemarahan sebagai orang dewasa. Konsultasi dan bicarakan permasalahan Anda dengan ahli profesional dan dapatkan rekomendasi pengobatan yang tepat lewat aplikasi AI Care di ponsel Anda.

 

Mau tahu tips dan trik kesehatan, pertolongan pertama, dan home remedies lainnya? Cek di sini, ya!

 

 

Writer : Agatha Writer
Editor :
  • dr Hanifa Rahma
Last Updated : Rabu, 22 Mei 2024 | 13:50

Mind.org (2018). How to cope with anger. Available from: https://www.mind.org.uk/information-support/types-of-mental-health-problems/anger/about-anger/.

Andrea Brandt, PhD, MFT (2017). 4 Ways Childhood Trauma Can Affect Adults. Available from: https://www.psychologytoday.com/us/blog/mindful-anger/201706/4-ways-childhood-trauma-can-affect-adults.

Lawrence Robinson, Melinda Smith, M.A., and Jeanne Segal, Ph.D. (2023). Emotional and psychological trauma. Available from: https://www.helpguide.org/articles/ptsd-trauma/coping-with-emotional-and-psychological-trauma.htm.

Aha Parenting. What's Wrong with Strict Parenting?. Available from: https://www.ahaparenting.com/read/strict-parenting.

American Society for the Positive Care of Children. What is emotional abuse? Available from: https://americanspcc.org/emotional-child-abuse/.

Amy Morin, LCSW (2019). How Parents Fighting Could Affect a Child's Mental Health. Available from: https://www.verywellfamily.com/how-parents-fighting-affects-children-s-mental-health-4158375.

Kathryn Watson (2022). Abandonment Trauma: Effects and Symptoms in Children and Adults. Available from: https://psychcentral.com/health/abandonment-trauma.