• Home
  • Penyakit
  • Sama-Sama Nyeri Dada, Ini Beda Nyeri Akibat Serangan Jantung dan Heartburn

Sama-Sama Nyeri Dada, Ini Beda Nyeri Akibat Serangan Jantung dan Heartburn

Nyeri dada seringkali membuat khawatir. Pasalnya, nyeri dada sering dikaitkan dengan serangan jantung yang dapat berisiko menyebabkan kematian. Padahal, nyeri dada bisa disebabkan oleh banyak hal, termasuk salah satunya heartburn akibat naiknya asam lambung. Untuk mengetahui penanganan yang tepat pada keduanya, Anda perlu mengenali perbedaan antara nyeri dada karena serangan jantung dan heartburn.

 

Perbedaan antara serangan jantung dan heartburn

Dilansir dari laman Health Harvard, gejala antara serangan jantung dan heartburn seringkali sulit dibedakan. Baik serangan jantung dan heartburn bisa ditandai dengan nyeri yang menusuk di area dada. Meskipun sering dianggap sama, namun sebenarnya keduanya membutuhkan penanganan yang berbeda. Untuk lebih mengenal perbedaan penyebab dan cara mengatasinya, simak penjelasan berikut ini.

1. Nyeri dada akibat serangan jantung

Dilansir dari Medical News Today, serangan jantung umumnya disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah arteri koroner sehingga asupan darah ke jantung terhambat. Serangan jantung ini dapat menyebabkan jantung berhenti.

Gejala nyeri dada akibat serangan jantung dapat terasa berbeda pada setiap orang, bahkan mungkin dapat tidak menunjukkan gejala sama sekali. Dilansir dari Mayo Clinic, beberapa gejala yang membedakan antara serangan jantung dengan nyeri karena heartburn di antaranya dada terasa seperti ditekan, diremas dan menusuk di area leher yang dapat menjalar hingga ke punggung dan lengan kiri. Serangan jantung juga dapat menimbukan rasa yang tidak nyaman di dada dan sekitar perut. Saat serangan jantung terjadi, umumnya disertai gejala lainnya seperti sesak napas, mual, berdebar-debar dan keringat dingin.

2. Nyeri dada akibat heartburn

Heartburn adalah kondisi dada terasa panas dan sesak karena naiknya asam lambung ke tenggorokan karena otot-otot pembatas kerongkongan dan tenggorokan mengendur sehingga asam lambung dapat naik ke tenggorokan sehingga menyebabkan tenggorokan panas dan lidah terasa pahit.

Nyeri dada heartburn juga dapat menjadi salah satu tanda serangan jantung. Bedanya, pada heartburn rasa sakit ini terasa nyeri di sekitar ulu hati dan terasa semakin parah ketika Anda berbaring atau membungkuk.

Salah satu gejala yang khas, heartburn umumnya terjadi setelah makan terutama ketika Anda baru saja menyantap makan makanan pedas dan berminyak. Karenanya pada heartburn umumnya juga disertai dengan perut begah, mual dan bersendawa. Untuk mengatasinya, heartburn bisa diobati dengan obat-obatan seperti antasid, penghambat pompa proton dan obat prokinetik.

 

Meskipun keduanya merupakan penyakit yang berbeda, nyeri dada akibat serangan jantung maupun karena heartburn umumnya tidak bisa dirasakan dengan jelas. Apabila Anda mengalami gejala nyeri dada yang tidak khas, sebaiknya tetap periksakan ke dokter untuk mendapat pemeriksaan lebih lanjut. Penanganan yang cepat dan tepat pada serangan jantung dapat mengurangi risiko kerusakan jantung yang lebih parah.

 

Writer: Ratih

Edited by: dr. Benita Arini Kurniadi

Last updated: 08/07/2021