Pantangan yang Perlu Diperhatikan Pengidap Rematik

Pantangan yang Perlu Diperhatikan Pengidap Rematik
Ilustrasi daging merah. Credit: Freepik

Bagikan :


Rematik (rheumatoid arthritis) adalah peradangan pada persendian yang menyebabkan persendian nyeri, kaku, dan bengkak. Peradangan dapat memburuk akibat dipicu beberapa faktor seperti makanan, gaya hidup, dan lingkungan. Mengetahui hal-hal yang dapat memperparah rematik dapat membantu mencegah rematik kambuh.

 

Pantangan bagi Pengidap Rematik

Rematik adalah gangguan peradangan kronis yang dapat memengaruhi persendian. Rematik merupakan gangguan autoimun yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang jaringan tubuh sendiri. Pada sebagian orang, kondisi ini dapat merusak berbagai sistem tubuh, termasuk kulit, mata, paru-paru, jantung, dan pembuluh darah. 

Pada rematik, peradangan dapat memengaruhi lapisan sendi sehingga menyebabkan pembengkakan yang menyakitkan. Kondisi ini dapat menyebabkan pengikisan tulang dan kelainan bentuk sendi. 

Beberapa hal yang sebaiknya dihindari pengidap rematik antara lain:

Minim aktivitas fisik

Saat nyeri sendi Anda kambuh, Anda mungkin ingin membatasi aktivitas fisik. Namun para ahli justru menganjurkan Anda untuk banyak beraktivitas fisik.

Setiap orang perlu meningkatkan aktivitas fisik untuk meningkatkan kekuatan otot dan kesehatan tulang serta sendi yang lebih baik. Perbanyak aktivitas fisik dan lakukan olahraga minimal 150 menit per minggu untuk menjaga kesehatan dan meminimalisir risiko penyakit kronis.

Aktivitas berat

Meski dianjurkan melakukan aktivitas fisik, namun pengidap rematik tidak dianjurkan melakukan aktivitas fisik secara berlebihan. Olahraga intens atau aktivitas berat dapat menambah beban persendian sehingga menyebabkan peradangan pada sendi. Sebaiknya kenali batas kemampuan fisik Anda dan berhenti melakukan aktivitas fisik berlebihan sebelum mengalami nyeri atau sakit yang hebat. 

Baca Juga: Benarkah Baking Soda Efektif untuk Meredakan Radang Sendi?

Merokok

Merokok dapat memperparah nyeri pada persendian juga meningkatkan risiko pembengkakan sendi. Kebiasaan merokok juga dapat mengurangi massa tulang sehingga menyebabkan Anda lebih rentan osteoporosis. Pengidap rematik dianjurkan berhenti merokok untuk meningkatkan kesehatan paru-paru, tulang, dan kesehatan tubuh secara keseluruhan. 

Stres

Saat stres, tubuh melepaskan zat kimia yang dapat menyebabkan peradangan. Jika stres terjadi berulang kali dan dalam jangka panjang, hal ini dapat memperparah kondisi kesehatan secara umum, termasuk membuat Anda rentan mengalami rematik. 

Makan makanan pemicu rematik

Pengidap rematik perlu memerhatikan jenis makanan yang dikonsumsi. Pengidap rematik sebaiknya menghindari beberapa jenis makanan yang dapat memperparah peradangan sendi seperti:

  • Daging merah
  • Makanan yang mengandung gula dan karbohidrat olahan
  • Gorengan
  • Gluten
  • Minuman beralkohol

Kurang minum

Dehidrasi dapat memicu berbagai masalah pada kesehatan, termasuk memperparah peradangan sendi. Dehidrasi sering dikaitkan dengan kelelahan, metabolisme yang lebih lambat, fungsi kognitif yang lebih buruk, dan masalah kesehatan lainnya seperti pembentukan batu ginjal. Untuk mencegah dehidrasi, dianjurkan minum air 7-8 gelas per hari atau sesuai kebutuhan dan aktivitas tubuh. 

Baca Juga: Sama-Sama Nyeri Sendi, Ini Beda Rematik dan Asam Urat

Mengabaikan kesehatan gigi dan mulut 

Meskti tampak tidak berhubungan, namun orang dengan kesehatan gigi dan mulut yang buruk cenderung mengalami peradangan sendi yang parah.

Para ahli mengungkapkan terdapat kesamaan antara jaringan sendi dan mulut serta proses inflamasi yang memengaruhi keduanya. Lakukan pemeriksaan gigi secara rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali dan segera periksakan ke dokter jika mengalami masalah kesehatan mulut.

Mengabaikan gejala rematik

Ketika pertama kali mengidap gejala awal rematik, Anda mungkin mengabaikannya dan berharap akan sembuh dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Namun jika kondisinya tidak segera membaik, sebaiknya segera periksakan ke dokter agar mendapat penanganan yang tepat.

Semakin cepat mendapat penanganan, Anda dapat memperlambat perkembangan penyakit dan mencegah deformitas (kelainan bentuk) sendi. Menunda pengobatan justru dapat memperburuk gejala peradangan yang Anda alami.

 

Rematik merupakan peradangan yang perlu mendapat penanganan segera. Jika Anda mengalami gejala rematik sebaiknya periksakan ke dokter dan hindari pantangan yang dapat memperparah peradangan sendi. Anda juga bisa memanfaatkan fitur konsultasi pada aplikasi Ai Care yang bisa diunduh melalui App Store dan Play Store.

 

Mau tahu informasi seputar penyakit lainnya? Cek di sini, ya!

Writer : Ratih AI Care
Editor :
  • dr Nadia Opmalina
Last Updated : Jumat, 30 Agustus 2024 | 04:15

Eustice, C. (2023). 12 Things That Can Make Rheumatoid Arthritis Worse. Available from: https://www.everydayhealth.com/rheumatoid-arthritis/things-that-make-ra-worse/

Bonvissuto, D. (2022). 12 RA Triggers to Know. Available from: https://www.webmd.com/rheumatoid-arthritis/ra-triggers-know

Thompson, D., Alkon., C. (2023). 6 Foods to Avoid When You Have Rheumatoid Arthritis. Available from: https://www.everydayhealth.com/hs/guide-to-managing-ra/foods-to-avoid/

WebMD Editorial Contributors. (2022). Tips for Living With Rheumatoid Arthritis. Available from: https://www.webmd.com/rheumatoid-arthritis/tips-living-with-ra

Mayo Clinic. Rheumatoid Arthritis. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/rheumatoid-arthritis/symptoms-causes/syc-20353648