Mana yang Lebih Baik, Tidur dengan Lampu Menyala atau Mati?

Ilustrasi tidur dengan lampu menyala. Credit: Freepik

Bagikan :


Bagi beberapa orang, tidur dengan lampu padam atau lampu menyala mungkin tidak terlalu terasa perbedaannya. Setiap individu memiliki preferensinya sendiri. Namun bagi tubuh, tidur dengan lampu menyala ternyata memiliki perbedaan signifikan. Tidur dengan lampu menyala dapat mempersulit Anda untuk tidur nyenyak, hingga berpotensi meningkatkan risiko obesitas.

 

Hubungan antara Cahaya dengan Tidur

Pencahayaan dalam kamar tidur dapat memengaruhi nyenyak atau tidaknya tidur Anda. Cahaya secara signifikan bisa memengaruhi ritme sirkadian seseorang, yaitu ritme biologis tubuh yang mengatur berbagai proses di tubuh, salah satunya waktu seseorang tidur dan terjaga.  Rimet ini merespons sinyal dari lingkungan, dan diatur oleh bagian kecil dari otak (circadian pacemaker) yang sangat dipengaruhi oleh paparan cahaya.

Umumnya jam biologis setiap orang akan lebih sensitif pada cahaya sekitar 2 jam sebelum tidur atau sekitar 1 jam sebelum Anda harus bangun di pagi hari. Ketika cahaya memasuki mata, sejumlah sel di retina akan meneruskan rangsangan tersebut ke otak dan informasi tersebut diterjemahkan sebagai waktu pagi, siang atau malam. Tubuh kemudian akan menyesuaikan ritme tubuh dengan waktu, seperti bangun dan terjaga di siang hari atau tidur di malam hari. 

Adanya cahaya akan memberi sinyal ke tubuh untuk terjaga, begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu, paparan cahaya buatan yang berlebihan seperti lampu kamar yang terus menyala atau lampu perangkat elektronik ketika Anda tidur dapat menyebabkan ritme sirkadian tidak selaras dengan jadwal siang-malam. Hal ini dapat mengganggu produksi hormon melatonin yang mengatur waktu tidur pada tubuh.

Ketika gelap, kelenjar kelenjar pineal di otak memulai produksi melatonin dan memberi isyarat bagi tubuh untuk tidur dengan membuat tubuh mengantuk. Namun jika Anda tidur dengan lampu menyala, paparan cahaya akan memperlambat atau menghentikan produksi hormon tersebut. Akibatnya, tidur dengan lampu menyala dapat membuat Anda lebih susah tidur atau tidur tidak nyenyak.

Baca Juga: Makanan dan Minuman yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Tidur

 

Efek Jangka Panjang Tidur dengan Lampu Menyala

Kebiasaan tidur dengan lampu menyala bukan hanya mempersulit Anda untuk tidur dengan nyenyak. Bila tidur kurang nyenyak dan menjadi singkat, hal ini dapat memengaruhi kerja otak terkait tidur. Selain kondisi yang secara langsung memengaruhi otak Anda, kurang tidur akibat paparan cahaya juga dikaitkan dengan kondisi berikut:

Depresi

Tidur dengan lampu menyala sering dikaitkan dengan risiko depresi. Lampu kamar atau cahaya biru dari perangkat elektronik di sekitar tempat tidur Anda dapat memengaruhi suasana hati Anda sehingga menyebabkan Anda kurang tidur. Kualitas tidur yang tidak baik bisa membuat Anda bangun tidur dengan perasaan tidak bersemangat, suasana hati yang mudah berubah, atau tersinggung. 

Kegemukan

Dalam sebuah penelitian terhadap wanita mengungkapkan bahwa mereka yang tidur dengan televisi atau lampu menyala memiliki risiko obesitas lebih tinggi. Dalam penelitian tersebut juga diungkapkan bahwa orang yang tidur dengan lampu menyala memiliki kemungkinan 17% untuk mengalami kenaikan berat badan sekitar 5 kg dalam 1 tahun. Hal ini diduga disebabkan oleh meningkatnya konsumsi makanan akibat kurang tidur atau tidur tidak nyenyak. 

Penelitian menunjukkan bahwa semakin sedikit tidur yang Anda dapatkan, semakin banyak pula makanan yang akan Anda makan keesokan harinya. Hal ini juga dapat memengaruhi waktu makan Anda seperti sering makan larut malam yang juga dapat menyebabkan penambahan berat badan.

Baca Juga: Cara Agar Bisa Tidur Teratur di Malam Hari

Risiko cedera atau kecelakaan 

Tidur yang tidak nyenyak atau kurang berkualitas dapat menurunkan kewaspadaan Anda keesokan harinya. Kurang tidur dapat meningkatkan risiko mengalami cedera atau kecelakaan ketika Anda mengoperasikan mesin atau mengemudikan kendaraan. Bagi orang dewasa yang lebih tua, kurang tidur juga meningkatkan risiko terjatuh. Karenanya, jika Anda kurang tidur sebaiknya hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin. 

Peningkatan risiko penyakit kronis

Dilansir dari Healthline, jika Anda memiliki kebiasaan tidur dengan lampu menyala dalam jangka panjang, Anda berisiko lebih tinggi mengalami penyakit kronis tertentu seperti tekanan darah tinggi (hipertensi), penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

 

Tidur dengan lampu menyala dapat mengganggu tidur nyenyak Anda. Jika Anda memiliki masalah gangguan tidur sebaiknya periksakan ke dokter atau manfaatkan fitur konsultasi yang tersedia pada aplikasi Ai Care. 

Mau tahu tips dan trik kesehatan, pertolongan pertama, dan home remedies lainnya? Cek di sini, ya!

 

 

Writer : Ratih AI Care
Editor :
  • dr Hanifa Rahma
Last Updated : Senin, 29 Januari 2024 | 15:17

Summer, J. (2023). Sleeping With the Lights On. Available from: https://www.sleepfoundation.org/bedroom-environment/sleeping-with-the-lights-on#

Suni, E. (2023). Light and Sleep. Available from: https://www.sleepfoundation.org/bedroom-environment/light-and-sleep

Cherney, S. (2019). Is Sleeping with the Lights On Good or Bad for You?. Available from: https://www.healthline.com/health/sleeping-with-the-lights-on

Chai, C. (2021). Blue Light: What Is It and How Does It Affect Your Sleep?. Available from: https://www.everydayhealth.com/sleep/blue-light-what-is-it-and-how-does-it-affect-your-sleep/