Keloid

Gambaran keloid pada bahu kanan.

Daftar Isi


ADS

287 x 220

Bagikan :


Definisi

Keloid adalah bekas luka yang menimbul dan tebal. Kondisi ini dapat timbul ketika seseorang mengalami luka pada kulit, namun biasanya keloid terbentuk pada lobus telinga, bahu, pipi, atau dada. Jika seseorang memang memiliki kerentanan untuk mengalami keloid, maka orang tersebut dapat memiliki keloid pada berbagai area tubuh. Keloid tidak berbahaya terhadap kesehatan, namun dapat menyebabkan stress emosional karena mengganggu penampilan dan menyebabkan rasa tidak nyaman.

 

Penyebab

Para ahli belum mengetahui penyebab pasti terbentuknya keloid. Namun, banyak yang mengatakan bahwa hal tersebut terkait dengan gangguan dari proses penyembuhan luka. Protein kolagen yang berada dalam tubuh merupakan zat yang penting untuk penyembuhan luka. Namun, jika tubuh memproduksi kolagen terlalu banyak, maka keloid dapat terbentuk.

Pertumbuhan keloid dapat dipicu oleh semua bentuk cedera pada kulit, termasuk gigitan serangga, jerawat, suntikan, tindikan, luka bakar, pencukuran rambut, bahkan goresan atau benturan ringan. Terkadang, keloid juga dapat terbentuk tanpa penyebab yang jelas.

Keloid tidak menular dan tidak berpotensi untuk menjadi kanker. Keloid berbeda dari luka hipertrofi. Luka hipertrofi merupakan bekas luka yang bertumbuh namun masih dalam batas luka asli dan dapat memudar seiring berjalannya waktu.

 

Faktor Risiko

Faktor risiko keloid melliputi:

  • Kulit cokelat atau hitam. Keloid paling banyak ditemukan pada orang berkulit cokelat atau hitam. Teori yang mendasari hal ini masih belum ditemukan
  • Memiliki riwayat personal atau riwayat keluarga dengan keloid. Keloid dapat diturunkan. Jika Anda pernah memiliki keloid atau keluarga Anda ada yang memiliki keloid, maka Anda berisiko untuk mengalami keloid
  • Usia dibawah 30 tahun. Orang berusia 20 sampai 30 tahun lebih berisiko untuk memiliki keloid.

 

Gejala

Keloid dapat terbentuk dalam beberapa bulan setelah terjadi luka pada kulit. Gejala dan tandanya meliputi:

  • Terbentuknya bekas luka yang tebal, berbentuk tidak teratur dan biasanya timbul di lobus telinga, bahu, pipi, atau dada bagian tengah
  • Tonjolan di kulit yang mengkilap, tidak berambut, dan berbenjol
  • Tekstur keloid dapat bervariasi, dari lembut sampai padat dan kenyal
  • Keloid dapat berwarna kemerahan, kecokelatan, atau keunguan bergantung dari warna asli kulit
  • Gatal
  • Rasa tidak nyaman

 

Diagnosa

Dokter dapat mendiagnosa sebuah keloid dengan melihatnya pada kulit Anda. Meskipun jarang, biopsi mungkin diperlukan untuk menyingkirkan kemungkinan kanker pada keloid dengan bentuk yang tidak umum.

 

Tata Laksana

Keloid bisa diterapi dan terapi secara dini merupakan kunci untuk meminimalisir pertumbuhan keloid. Meskipun sudah diterapi, keloid dapat tetap ada sampai bertahun-tahun. Terapi yang berhasil tidak menjamin keloid tidak tumbuh lagi, melainkan dapat tumbuh kembali bahkan dengan ukuran yang lebih besar.

Terapi untuk keloid dapat terdiri dari satu atau kombinasi terapi, yaitu:

  • Perawatan luka. Untuk keloid yang baru tumbuh, pilihan terapi pertama adalah penekanan keloid dengan kain atau material lain yang elastis. Cara ini bertujuan untuk mengurangi atau mencegah terbentuknya keloid dengan memberi tekanan pada luka saat masa penyembuhan luka. Metode ini juga dapat dipakai setelah operasi pengangkatan keloid untuk mencegah tumbuhnya kembali keloid. Perban ini perlu untuk dipakai setidaknya 12-24 jam sehari selama 4-6 bulan untuk memberikan hasil yang efektif. Namun, metode ini dapat tidak nyaman untuk dilakukan.
  • Krim kortikosteroid. Memakai krim kortikosteroid yang dengan potensi kekuatan sesuai yang diresepkan dokter dapat mengurangi gatal
  • Obat-obatan suntik. Jika Anda memiliki keloid yang berukuran kecil, dokter mungkin dapat mencoba mengurangi ketebalannya dengan menyuntikan steroid, misalnya kortison. Anda mungkin akan membutuhkan suntikan setiap bulan sampai sekitar 6 bulan sampai keloid mengecil. Efek samping yang mungkin terjadi pada suntikan steroid adalah penipisan kulit permanen, pembentukan vena-vena kecil pada kulit, dan perubahan warna kulit permanen menjadi lebih gelap atau lebih terang.
  • Membekukan luka. Keloid yang kecil dapat diangkat atau semakin dikecilkan dengan membekukannya menggunakan nitrogen cair (krioterapi). Pengulangan terapi mungkin diperlukan. Efek samping yang mungkin adalah timbulnya lepuhan, nyeri, dan perubahan warna kulit menjadi lebih terang
  • Terapi laser. Keloid yang besar dapat dikecilkan dengan lase pulsed-dye. Metode ini juga berhasil mengurangi gatal dan memudarkan keloid. Terapi ini diberikan dalam beberapa sesi dengan jarak 4 sampai 8 minggu di antara sesi. Dokter mungkin akan merekomendasikan kombinasi terapi laser dengan suntikan steroid untuk hasil yang lebih maksimal. Efek samping lebih sering terjadi pada orang berkulit gelap, yaitu perubahan warna kulit menjadi lebih terang atau gelap, terbentuknya lepuhan, dan koreng
  • Terapi radiasi. Radiasi dengan X-ray dosis rendah saja atau radiasi setelah operasi pengangkatan keloid dapat mengurangi ukuran keloid atau meminimalisis pembentukan keloid setelah operasi. Pengulangan terapi mungkin diperlukan. Efek samping terapi radiasi adalah komplikasi pada kulit yang jika pada jangka panjang dapat meningkatkan risiko kanker.
  • Operasi pengangkatan keloid. Jika keloid tidak memberi respon yang baik terhadap terapi di atas, maka dokter mungkin akan merekomendasikan pengangkatan keloid dengan operasi, yang bisa dikombinasikan dengan teknik lain karena jika hanya dilakukan operasi maka akan ada risiko keloid timbul lagi. Angka kekambuhan keloid setelah pemebdahan adalah 45-100%.

Anda juga harus melindungi kulit dari paparan sinar matahari karena hal ini dapat mengubah warna keloid sehingga semakin jelas terlihat. Kondisi ini dapat bersifat permanen. Untuk mencegah hal ini, tutuplah area keloid atau memakai tabir surya sebelum keluar rumah.

Sampai sekarang belum ada metode alternatif yang telah terbukti dapat menghilangkan keloid secara alamiah. Beberapa penelitian menunjukan ekstrak bawang bombai mungkin dapat efektif untuk memperbaiki tamiplan dari keloid, serta mengurangi gatal dan rasa tidak nyaman.

 

Komplikasi

Keloid dapat tumbuh di persendian dan jika bersifat keras dan kencang akan mengganggu pergerakan sendi.

 

Pencegahan

Jika Anda rentan untuk memiliki keloid, Anda dapat melakukan cara di bawah ini untuk mencegah terbentuknya keloid:

  • Melakukan perawatan luka dengan baik. Menjaga luka tetap bersih dan lembap merupakan hal umum yang penting dilakukan. Mencuci area luka dengan sabun yang tidak mengiritasi dan air mengalir. Setelah itu, pakaikan petroleum jelly atau salep pelembap lainnya. Pelembap ini dapat dipakai berulang kali jika dibutuhkan. Dokter dapat menganjurkan Anda untuk memakai pressure padatau silicone gel padpada luka saat masa penyembuhan. Orang dewasa perlu untuk memakainya selama 6 bulan setelah cedera pada kulit, sedangkan anak-anak sampai 18 bulan. Jika Anda melakukan tindik pada telinga, maka pemakaian anting-anting penekan pada lobus telinga dapat membantu mencegah timbulnya keloid
  • Lindungi kulit dari cedera. Usahakan untuk menghindari cedera pada kulit, misalnya Anda harus menimbang lagi jika ingin melakukan tindik, tato, dan pembedahan yang merupakan prosedur elektif (tidak harus dilakukan). Hal ini karena cedera kecil saja pada kulit seperti rambut yang tumbuh ke dalam, sayatan kecil atau garukan dapat memicu keloid untuk tumbuh. Jika Anda akan menjalani operasi, beritahu dokter jika Anda memiiki kerentanan terhadap keloid. Dokter dapat menggunakan teknik pembedahan yang dapat mengurangi risiko timbulnya keloid pada bekas luka operasi. Setelah operasi, tanyakan pada dokter mengenai perawatan pasca operasi yang dapat Anda lakukan untuk mencegah timbulnya keloid.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika Anda merasa tidak nyaman akibat adanya keloid, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mengurangi atau mengangkat keloid tersebut.

 

Mau tahu informasi seputar penyakit lainnya, cek di sini ya!

 

 

Writer : dr Tea Karina Sudharso
Editor :
  • dr Anita Larasati Priyono
Last Updated : Senin, 13 Mei 2024 | 12:04

Keloid scar: diagnosis and treatment, Mayo Clinic. Mayoclinic.org. (2022). Retrieved March 21, 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/keloid-scar/diagnosis-treatment/drc-20520902.

https://www.aad.org/public/diseases/a-z/keloids-treatment

Keloids and hypertrophic scars | DermNet NZ. Dermnetnz.org. (2022). Retrieved March 21, 2022, from https://dermnetnz.org/topics/keloid-and-hypertrophic-scar.