Kapan Anak-Anak Membutuhkan Tambahan Suplemen?

Ilustrasi anak sedang mengonsumsi suplemen (Credits: Freepik)

Bagikan :


Anak-anak membutuhkan vitamin dan mineral untuk pertumbuhan, perkembangan dan kesehatan tubuh yang baik. Vitamin yang dibutuhkan seperti vitamin A, B, C, D, E dan K. Sedangkan mineral yang dibutuhkan anak-anak seperti kalsium, zat besi, yodium dan zink.

Sebagian besar vitamin dan mineral tersebut bisa ditemukan dalam makanan sehari-hari seperti sayur, buah-buahan, gandum, lemak sehat dan aneka protein hewani maupun nabati. Namun, adakalanya anak-anak tetap membutuhkan suplemen tambahan khususnya dalam kondisi tertentu.

 

Kapan Anak Perlu Diberi Suplemen Tambahan?

Para ahli merekomendasikan konsumsi multivitamin dan mineral untuk anak-anak khususnya dalam kondisi tertentu, di antaranya:

1. Anak yang tidak makan teratur dan tidak mendapatkan gizi seimbang

Secara umum, penting bagi anak-anak untuk mendapatkan nutrisi yang cukup dari makanan yang dikonsumsi. Makanan yang seimbang dan beragam akan menyediakan sebagian besar nutrisi yang diperlukan oleh tubuh.

Suplemen mungkin diperlukan jika anak mengalami kekurangan nutrisi yang signifikan atau memiliki kondisi kesehatan tertentu yang memengaruhi penyerapan nutrisi. Namun, pemberian suplemen harus didasarkan pada rekomendasi medis yang tepat setelah penilaian menyeluruh terhadap kebutuhan nutrisi anak.

Selain memberikan suplemen, Anda tetap perlu mendorong anak mengonsumsi makanan yang seimbang dan bergizi, termasuk protein, karbohidrat, lemak sehat, sayuran, buah-buahan, dan produk susu.

 

2. Anak yang picky eater

Setiap anak dapat mengalami fase picky eater mereka sendiri dengan tingkat keparahan serta durasi fase yang bervariasi. Saat Anda mulai merasa khawatir akan gizi anak dan mempertimbangkan pemberian suplemen makanan tambahan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak atau ahli gizi.

Dokter atau ahli gizi akan dapat mengevaluasi pola makan anak Anda secara menyeluruh, memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan mereka, dan menilai apakah ada kekurangan nutrisi yang signifikan.

Dalam banyak kasus, mereka akan memberikan saran rekomendasi suplemen yang tepat berdasarkan kondisi spesifik dan kebutuhan anak.

Baca Juga: Tips Agar Anak Mudah Minum Obat Berbentuk Pil

 

3. Anak dengan kondisi kesehatan kronis

Anak-anak dengan kondisi medis kronis seperti asma atau masalah pencernaan sering kali memerlukan perhatian khusus terkait pola makan dan nutrisi, termasuk pemberian suplemen vitamin dan mineral.

Dalam kasus seperti ini, penting untuk berkonsultasi dengan dokter anak atau ahli gizi yang berpengalaman dalam pengelolaan kondisi medis tersebut. Mereka akan dapat memberikan pedoman yang sesuai dengan kondisi kesehatan anak dan terapi yang sedang dilakukan.

Anak dengan gangguan penyerapan nutrisi atau intoleransi makanan juga membutuhkan pola diet yang tepat untuk bisa memenuhi kebutuhan nutrisi dan menghindari makanan yang memperburuk gejala.

Pada kondisi tertentu, dokter juga akan meresepkan suplemen tambahan untuk memaksimalkan kebutuhan nutrisi harian tubuh.

 

4. Anak yang menjalani pola diet vegan atau vegetarian

Diet vegan biasanya menghilangkan semua produk hewani termasuk daging, ikan, telur dan produk susu. Sedangkan diet vegetarian masih memperbolehkan konsumsi produk susu dan telur. Untuk memastikan anak-anak yang menjalani pola diet vegan dan vegetarian mendapatkan nutrisi yang cukup, anak-anak perlu diberi suplemen tambahan.

Baca Juga: Anak Mengeluh Sakit Perut, Kenali Penyebabnya dan Kapan Harus Periksa ke Dokter

 

5. Anak-anak yang gemar makan fast food dan minuman bersoda

Anak-anak yang gemar makan fast food dan minuman bersoda mungkin berisiko mengalami kekurangan nutrisi karena makanan dan minuman tersebut cenderung rendah nutrisi dan tinggi lemak jenuh, gula tambahan, serta tidak memiliki kalori.

Namun, penting untuk dicatat bahwa suplemen tambahan tidak dapat menggantikan makanan sehat dan tidak boleh diandalkan sebagai pengganti pola makan gizi seimbang.

Walaupun mereka diberi suplemen tambahan, mereka tetap harus didorong untuk makan makanan yang bergizi seimbang.

 

Anda perlu mempertimbangkan kandungan, dosis, bentuk suplemen, dan merek suplemen tepercaya sebelum memberikannya pada anak. Lebih tepatnya lagi, Anda perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter agar mendapat rekomendasi suplemen vitamin dan mineral yang sesuai kondisi anak.

Anda bisa memanfaatkan layanan konsultasi kesehatan dengan mengunduh aplikasi Ai Care melalui App Store dan Play Store di ponsel Anda.

 

Mau tahu informasi seputar kehamilan, menyusui, kesehatan wanita dan anak-anak? Cek di sini, ya!

Writer : Agatha Writer
Editor :
  • dr Nadia Opmalina
Last Updated : Jumat, 14 Juni 2024 | 10:38

Rebecca Buffum Taylor (2023). Vitamins for Kids: Do Healthy Kids Need Supplements?. Available from: https://www.webmd.com/parenting/vitamins-for-kids-do-healthy-kids-need-vitamins 

Lizzie Streit, MS, RDN, LD and Rachael Ajmera, MS, RD (2023). Vitamins for Kids: Do They Need Them (and Which Ones)?. Available from: https://www.healthline.com/nutrition/vitamins-for-kids 

Raising Children (2022). Vitamins and minerals. Available from: https://raisingchildren.net.au/teens/healthy-lifestyle/nutrients/vitamins-minerals 

UNICEF (2019). Poor diets are damaging children’s health worldwide, warns UNICEF. Available from: https://www.unicef.org/eap/press-releases/poor-diets-damaging-childrens-health-worldwide-warns-unicef 

Jeanette Bradley (2022). When to Be Concerned If Your Child Is a Picky Eater. Available from: https://www.verywellhealth.com/when-to-be-concerned-about-your-childs-picky-eating-1323971 

Jihad Alwarith et al. (2020). The role of nutrition in asthma prevention and treatment. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7550896/ 

Mairead E. Kiely (2021). Risks and benefits of vegan and vegetarian diets in children. Available from: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/33504371/