• Home
  • Penyakit
  • Disebabkan Virus yang Sama, Ini Bedanya Cacar Air dan Cacar Ular

Disebabkan Virus yang Sama, Ini Bedanya Cacar Air dan Cacar Ular

Credits: Freepik

Tahukah Anda bahwa Cacar Air (Varicella) dan Cacar Ular (Herpes Zoster) disebabkan oleh virus yang sama? Ya, virus bernama Varicella zoster adalah yang menyebabkan keduanya. Walaupun disebabkan oleh virus yang sama, namun sebenarnya penyakit ini berbeda, lho.

Yuk ketahui perbedaannya dalam ulasan artikel berikut.

 

Cacar Air (Varicella)

Cacar air adalah infeksi ringan yang biasanya menyerang anak-anak. Infeksi ini menyebabkan ruam gatal dengan lepuh kecil berisi cairan yang sangat menular, khususnya pada anak yang belum pernah menderita penyakit ini atau yang belum pernah divaksinasi.

Ruam melepuh yang terasa sangat gatal akibat infeksi cacar air ini biasanya muncul 10-21 hari setelah terpapar virus, dan sakit yang dirasakan biasanya berlangsung selama 5-10 hari. Tanda dan gejala yang menyertai penyakit cacar air di antaranya:

  • Demam
  • Kehilangan selera makan
  • Sakit kepala
  • Kelelahan dan merasa tubuh tidak sehat (malaise)

Ruam kemerahan dan lepuhan kecil berisi air yang terasa gatal ini biasanya berawal di wajah, kemudian menyebar ke dada, punggung dan punggung hanya dalam 1-2 hari. Lepuhan tersebut kemudian menyebar ke seluruh tubuh dalam 3-4 hari. Umumnya dalam satu minggu lepuhan-lepuhan berisi air tersebut akan mengering dan akan terlepas sendiri.

Secara umum, gejala cacar air yang muncul dibagi menjadi tiga fase, yaitu:

  1. Munculnya benjolan merah muda atau merah yang disebut papula, yang akan pecah selama beberapa hari kemudian
  2. Terbentuknya vesikel, lepuhan kecil berisi cairan yang terbentuk dalam waktu satu hari dan kemudian pecah dan bocor
  3. Terbentuknya kerak atau koreng yang menutupi lepuhan yang pecah dan membutuhkan waktu beberapa hari untuk sembuh

Cacar air sangatlah menular, virusnya dapat ditularkan melalui bersin atau batuk atau kontak langsung dengan orang yang terinfeksi. Ia bahkan dapat ditularkan dalam waktu 48 jam sebelum benjolan merah muda keluar. Penting untuk dicatat, ketika lepuhan pecah dan terbentuk kerak yang terlihat kering juga masih mengandung virus yang bisa ditularkan, sehingga sebaiknya bila anak-anak sakit cacar ia harus beristirahat di rumah saja dan tidak berkegiatan di luar rumah atau di sekolah.

 

Cacar Ular (Herpes Zoster)

Herpes Zoster adalah infeksi yang menyebabkan ruam yang menyakitkan. Jika Anda pernah menderita cacar air, maka Anda berisiko mengalami komplikasi yang disebut herpes zoster.

Virus varicella-zoster akan tetap berada di dalam tubuh setelah Anda sembuh. Bertahun-tahun kemudian, virus ini dapat aktif kembali dan muncul sebagai herpes zoster. Umumnya kondisi ini menyerang orang dewasa yang lebih tua, yang dulu pernah sakit cacar air dan memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Rasa sakit herpes zoster bisa bertahan lama walaupun lepuhan telah hilang. Kondisi ini disebut dengan istilah neuralgia postherpetik.

Gejala dan tanda yang menyertai herpes zoster di antaranya:

  • Rasa nyeri, sensasi seperti terbakar, kesemutan atau mati rasa
  • Kulit sensitif terhadap sentuhan
  • Ruam kemerahan yang muncul beberapa hari setelah rasa sakit
  • Munculnya lepuhan berisi air yang dapat pecah
  • Ruam yang terasa gatal
  • Demam dan sakit kepala
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Kelelahan

Tidak diketahui jelas apa yang menyebabkan virus varicella-zoster ini kembali aktif di dalam tubuh, namun sistem kekebalan tubuh yang lemah menjadi alasan terbesar seseorang bisa mengalami herpes zoster.

Untuk mencegah herpes zoster, Anda disarankan untuk mendapatkan vaksin Shingrix. Vaksin ini diberikan dalam dua dosis dengan jarak 2-6 bulan, yang bisa diperoleh orang dewasa berusia 50 tahun ke atas. Walaupun vaksin ini tidak menjamin Anda tidak akan terinfeksi herpes-zoster, namun vaksin ini membantu menurunkan risiko infeksi dan keparahan gejalanya.

Buat janji temu dan bicarakan dengan dokter apabila saat ini Anda tertarik untuk mendapatkan vaksin Shingrix.

 

Mau tahu informasi seputar penyakit lainnya? Cek di sini, ya!

 

 

Bagikan :

Writer : Agatha Writer
Editor :
  • dr Anita L Priyono
Last Updated : Thursday, 09 June 2022

Mayo Clinic (2021). Chickenpox. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/chickenpox/symptoms-causes/syc-20351282

Association for Professionals in Infection Control and Epidemiology. Chickenpox versus shingles—What’s the difference?. Available from: https://apic.org/monthly_alerts/chickenpox-versus-shingles-whats-the-difference/

Daniel Yetman (2021). What Are the Differences Between Chickenpox vs. Shingles?. Available from: https://www.healthline.com/health/chickenpox-vs-shingles

Mayo Clinic (2021). Shingles. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/shingles/symptoms-causes/syc-20353054