• Home
  • Penyakit
  • Mengalami Serangan Stroke, ini yang Boleh dan tidak Boleh Dilakukan

Mengalami Serangan Stroke, ini yang Boleh dan tidak Boleh Dilakukan

Credits: Freepik. Segera hubungi 119 jika mencurigai seseorang terkena stroke.

Serangan stroke bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Ketika seseorang mengalami serangan stroke, maka setiap detik waktunya sangatlah berharga. Pertolongan dini yang bisa diperoleh dapat membuat perbedaan yang besar pada tubuh, karena stroke seringkali digambarkan sebagai serangan pada otak.

 

Apa itu Serangan Stroke?

Serangan stroke terjadi ketika aliran ke bagian otak terganggu akibat pembuluh darah yang tersumbat atau pecah, sehingga sel-sel otak tidak bisa mendapatkan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan dari darah.

Perlahan, sel-sel di dalam otak akan mati bila tidak mendapat asupan nutrisi dan oksigen, yang mengakibatkan kerusakan pada otak. Kerusakan yang tidak segera ditangani dan berlangsung lama dapat menyebabkan cacat jangka panjang maupun kematian.

Stroke dibedakan menjadi dua, yaitu:

  • Stroke iskemik - stroke ini disebabkan oleh bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah di otak. Stroke jenis ini paling umum terjadi
  • Stroke hemoragik - stroke ini disebabkan oleh pembuluh darah yang pecah

 

Kenali Gejala Stroke

Gejala stroke biasanya timbul tiba-tiba, gejalanya antara lain:

  • Mati rasa atau kelemahan pada wajah, lengan, atau kaki (pada satu sisi tubuh)
  • Kebingungan, kesulitan berbicara, atau memahami ucapan 
  • Gangguan penglihatan baik di salah satu maupun kedua mata
  • Kesulitan berjalan 
  • Kehilangan keseimbangan atau koordinasi
  • Nyeri kepala hebat tanpa penyebab mendasari

 

Apa yang Harus Dilakukan Jika Stroke Menyerang

  • Jika Anda mencurigai seseorang terkena serangan stroke, maka segera hubungi 119 sesegera mungkin untuk mendapatkan bantuan medis
  • Saat Anda menelpon 119, sampaikan ke operator penerima telpon bahwa seseorang mengalami stroke
  • Catat waktu dan gejala stroke pertama kali muncul. Waktu pertama kali muncul gejala penting diketahui untuk memberi pengobatan yang tepat
  • Baringkan pasien
  • Lakukan RJP (pijat jantung) jika dibutuhkan

 

Hal yang Tidak Boleh Dilakukan saat Stroke Menyerang

  • Jangan mengemudikan kendaraan sendiri. Minta orang lain untuk mengantarkan ke fasilitas kesehatan terdekat
  • Jangan beri makanan atau minuman pada pasien. Stroke dapat memengaruhi kemampuan menelan, sehingga saat ada makanan atau minuman masuk maka mereka berisiko tersedak, mengalami kesulitan bernapas dan infeksi saluran pernapasan
  • Jangan beri obat pada pasien, termasuk aspirin. Karena aspirin mungkin dapat membahayakan kondisi tubuh saat sedang mengalami stroke

 

Stroke merupakan situasi yang mengancam jiwa, jadi jangan tunda untuk mendapatkan pertolongan. Jika Anda mencurigai ada seseorang yang mengalami stroke, segera hubungi 119. Semakin cepat orang tersebut mendapatkan pertolongan medis, semakin besar peluang mereka untuk pulih.

Mau tahu informasi seputar penyakit lainnya? Cek di sini, ya!

 

Bagikan :

Writer : Agatha Writer
Editor :
  • dr Nadia Opmalina
Last Updated : Thursday, 22 September 2022

Sarah Jividen, RN. 2022. What to Do (and Not Do) If Someone Is Having a Stroke. Available from: What to Do If Someone Is Having a Stroke: Dos & Don’ts (verywellhealth.com)

Valencia Higuera. 2018. Do’s and Don’ts When a Loved One Is Experiencing a Stroke. Available from: What to Do When Someone Is Having a Stroke (healthline.com)

Medline Plus (2021). Stroke. Available from: https://medlineplus.gov/stroke.html

Mayo Clinic (2022). Stroke. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/stroke/symptoms-causes/syc-20350113

 

Better Health. Brain death. Available from: https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/brain-death