Makan malam merupakan salah satu waktu makan yang penting dalam pola makan sehari-hari. Waktu makan malam setiap orang bisa berbeda-beda, namun umumnya dilakukan antara pukul 18.00-20.00.
Ada banyak orang yang memilih untuk melewatkan makan malam karena berbagai alasan, mulai dari ingin menurunkan berat badan hingga keterbatasan waktu. Bagaimana sebenarnya dampak apabila Anda melewatkan makan malam?
Dampak bagi Tubuh Bila Melewati Makan Malam
Sebenarnya melewatkan makan malam sama saja seperti melewatkan salah satu waktu makan (baik sarapan pagi atau makan siang). Ini dapat berdampak pada tubuh Anda, terutama jika Anda sering melakukannya.
Berikut adalah beberapa dampak yang mungkin terjadi saat Anda sering melewatkan makan malam:
Gangguan ritme sirkadian
Mengubah rutinitas makan atau waktu makan (termasuk makan malam), dapat mengganggu ritme sirkadian, yaitu siklus 24 jam yang mengatur banyak fungsi tubuh seperti tidur, pencernaan, dan metabolisme.
Akibat melewatkan makan malam, Anda mungkin merasa lapar sehingga tidak dapat tidur dengan nyenyak atau sering terbangun di tengah malam. Kualitas tidur yang buruk ini pada akhirnya dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan termasuk meningkatkan risiko diabetes, obesitas, dan penyakit jantung.
Penurunan energi dan kelelahan
Makan malam menyediakan kalori dan nutrisi yang diperlukan tubuh untuk berfungsi dengan baik. Tanpa asupan kalori yang cukup di malam hari, tubuh bisa kekurangan energi dan menyebabkan rasa lelah dan lesu.
Makanan yang dikonsumsi pada waktu makan malam membantu menyimpan energi cadangan dalam bentuk glikogen di hati dan otot. Saat Anda melewatkan makan malam, cadangan ini tidak terisi kembali sehingga energi Anda berkurang saat bangun pagi dan merasa lebih lelah.
Baca Juga: Sarapan Terbaik Jika Ingin Menurunkan Berat Badan
Penurunan metabolisme
Ketika tubuh tidak mendapatkan asupan kalori yang cukup, termasuk saat melewatkan makan malam, sistem metabolisme akan menyesuaikan diri dan menurunkan laju metabolisme untuk menghemat energi.
Dengan metabolisme yang melambat, tubuh membakar kalori lebih sedikit sehingga menyebabkan penurunan tingkat energi. Penurunan metabolisme juga menyebabkan penurunan berat badan menjadi lebih sulit.
Penurunan fungsi kognitif
Otak memerlukan glukosa sebagai sumber energi utama. Tanpa asupan makanan yang cukup, kadar glukosa dalam darah akan menurun dan mengurangi energi yang tersedia untuk fungsi otak, termasuk konsentrasi dan fokus.
Penurunan kadar glukosa ini dapat menyebabkan gangguan dalam proses berpikir dan membuat sulit untuk mempertahankan perhatian pada tugas-tugas yang membutuhkan konsentrasi tinggi.
Baca Juga: Dari Sarapan Hingga Makan Malam, Inilah Makanan Sumber Probiotik
Perubahan mood
Perubahan mood sering terjadi jika tubuh tidak mendapatkan asupan makan yang cukup. Kadar gula darah yang menurun secara signifikan dapat memengaruhi mood dan menyebabkan perasaan mudah marah atau cemas.
Melewatkan makan malam terus-menerus umumnya tidak disarankan karena dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Apabila tujuan Anda melewatkan makan malam adalah untuk menurunkan berat badan, maka sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan bantuan perencanaan penurunan berat badan yang baik.
Memiliki pertanyaan lain terkait masalah berat badan? Anda bisa berkonsultasi dengan dokter kami melalui aplikasi Ai Care yang bisa diunduh di App Store atau Play Store.
Mau tahu informasi seputar penyakit lainnya? Cek di sini, ya!
- dr Nadia Opmalina
Roxana Ehsani, RD (2023). What Does Skipping Dinner Do to Your Body?. Available from: https://www.everydayhealth.com/diet-nutrition/what-does-skipping-dinner-do-to-your-body/
Jenna Fletcher (2023). Should I eat just one meal a day?. Available from: https://www.medicalnewstoday.com/articles/320125
Sarah Garone (2024). Is It Really That Bad to Eat After 8 PM? Here’s What to Know. Available from: https://www.health.com/eating-after-8-pm-8557472
Fatima Hallal, APD (2021). When Should You Stop Eating at Night?. Available from: https://www.healthline.com/nutrition/what-time-should-you-stop-eating
Eliana Zeballos and Jessica E. Todd (2020). The effects of skipping a meal on daily energy intake and diet quality. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC10200470/
Jessica Freeborn (2024). A 'balanced' diet is better than a vegetarian one in supporting brain health. Available from: https://www.medicalnewstoday.com/articles/a-balanced-diet-is-better-than-a-vegetarian-one-in-supporting-brain-health