Perlu Tahu, Ini Gejala dan Penyebab Disentri

Perlu Tahu, Ini Gejala dan Penyebab Disentri
Ilustrasi diare. Credit: Freepik

Bagikan :


Diare menyebabkan badan menjadi lemas. Ada kalanya diare dapat disertai lendir atau darah atau yang disebut disentri. Jika tidak ditangani dengan serius, disentri dapat menyebabkan komplikasi yang bukan hanya menyerang pencernaan namun organ lainnya.

 

Apa Itu Disentri?

Disentri adalah kondisi infeksi saluran pencernaan sehingga menyebabkan diare berdarah yang terkadang mengandung lendir. Disentri dapat menyebar melalui kontak dengan makanan atau air yang telah terkontaminasi dengan tinja. Karenanya, penyakit ini banyak dijumpai di daerah dengan sanitasi yang buruk.

Penyakit disentri umumnya akan membaik dalam 3-7 hari. Namun jika tidak mendapat pengobatan yang tepat, disentri berisiko menyebabkan dehidrasi dan abses liver. Pada balita, dehidrasi akibat disenteri dapat membahayakan jiwa. Oleh karena itu, disentri sebaiknya ditangani dengan tepat.

Baca Juga: Manfaat Mengonsumsi Zinc (Seng) saat Diare

 

Penyebab dan Faktor Risiko Disentri

Secara umum penyebab disentri dapat dibagi menjadi dua, yaitu:

Disentri basiler

Merupakan jenis disentri yang paling umum, yaitu disentri yang disebabkan oleh bakteri. Beberapa bakteri yang dapat menyebabkan disentri antara lain Shigella, Salmonella, Campylobacter, dan Escherichia coli (E. coli). 

Bakteri Shigella dapat menyebar melalui konsumsi makanan, air yang terkontaminasi, atau kontak langsung dengan tinja seseorang yang menderita disentri. Bakteri ini dapat menyebar melalui kegiatan berikut: 

  • Mengganti popok seseorang yang menderita disentri
  • Melakukan hubungan seks oral-anal atau anal
  • Menyentuh permukaan yang terkontaminasi bakteri dan kemudian menyentuh mulut
  • Tidak mencuci tangan setelah menggunakan kamar mandi
  • Menelan air sungai saat berenang di sungai atau bermain di alam bebas

Bakteri Shigella bisa bertahan dalam tinja seseorang selama 1–2 minggu setelah mereka berhenti mengalami gejala infeksi. Penyebaran bakteri ini bisa terjadi di fasilitas umum yang ramai termasuk fasilitas penitipan anak.

Disentri amoeba (amoebiasis)

Disentri amoeba disebabkan oleh parasit. Parasit penyebab disentri paling umum yaitu Entamoeba histolytica (E. histolytica), Balantidium coli (B. coli) dan Strongyloidiasis. Parasit ini dapat menyebar ketika seseorang menelan makanan atau minum air yang terkontaminasi tinja yang mengandung telur Entamoeba. 

Parasit disentri amoeba dapat menyebar melalui:

  • Melakukan seks anal atau oral-anal
  • Memasukkan benda yang terpapar parasit ke dalam mulut 
  • Mengonsumsi makanan atau air yang terkontaminasi
  • Menyentuh permukaan yang terkontaminasi feses yang terinfeksi atau telur parasit lalu menyentuh mulut

Kelompok yang paling berisiko terkena disentri amoeba parah di antaranya:

  • Wanita yang sedang hamil atau pascapersalinan
  • Bayi baru lahir
  • Orang yang mengonsumsi kortikosteroid
  • Orang yang kekurangan gizi
  • Pengidap kanker

Baca Juga: Memiliki Gejala yang Mirip, Ini Beda Diare dan Muntaber

 

Gejala Penyakit Disentri

Gejala penyakit disentri dapat muncul 1-3 hari setelah Anda terpapar bakteri atau parasit. Beberapa orang tidak mengalami gejala, namun pada sebagian lainnya dapat mengalami gejala yang berbeda-beda. Beda penyebab, beda pula gejala yang ditimbulkan. 

Gejala disentri basiler 

Gejala disentri basiler antara lain:

  • Diare disertai kram perut
  • Demam
  • Mual dan muntah
  • Darah atau lendir dalam feses

Gejala disentri amoeba

Disentri amoeba umumnya tidak menimbulkan gejala. Anda dapat merasakan gejala 2-4 minggu setelah terinfeksi. Beberapa gejala yang muncul antara lain:

  • Mual
  • Diare
  • Kram perut
  • Penurunan berat badan
  • Demam

Pada kondisi yang jarang terjadi, disentri amoeba menyebabkan masalah yang lebih serius seperti abses hati, yaitu terbentuknya kumpulan nanah di hati. Kondisi ini ditandai dengan:

  • Mual dan muntah
  • Demam
  • Nyeri di bagian kanan atas perut
  • Penurunan berat badan
  • Hati bengkak

 

Disentri merupakan masalah pencernaan yang ditandai dengan diare berdarah atau berlendir. Kondisi ini dapat memicu dehidrasi jika tidak ditangani dengan tepat. Bila Anda tinggal di lingkungan dengan sanitasi buruk dan mengalami gejala disentri sebaiknya segera periksakan ke dokter. Anda juga bisa memanfaatkan fitur konsultasi yang terdapat pada aplikasi Ai Care. 

 

Mau tahu informasi seputar penyakit lainnya? Cek di sini, ya!

Writer : Ratih AI Care
Editor :
  • dr Nadia Opmalina
Last Updated : Jumat, 2 Agustus 2024 | 08:52

Watson, S. (2022). Dysentery. Available from: https://www.webmd.com/digestive-disorders/what-is-dysentery

Dysentery. (2022). Dysentery. Available from:  https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/23567-dysentery

Felman, A., Charmley, S. (2023). Available from: https://www.medicalnewstoday.com/articles/171193

Buff, S. (2024). What Is Dysentery and How Is It Treated?. Available from: https://www.healthline.com/health/digestive-health/dysentery

Curtis, L. (2023). What Is Dysentery. Available from: https://www.health.com/dysentery-7970836