Kista adalah benjolan berbentuk kantung yang berisi cairan atau zat semi padat. Kista dapat terbentuk di mana saja termasuk di area genital wanita, yang dikenal dengan istilah kista vagina.
Kista vagina membentuk benjolan berisi cairan di sepanjang dinding vagina. Kista ini biasanya tidak berbahaya, namun bila gejala yang timbul menyebabkan ketidaknyamanan, kista yang semakin membesar atau mengalami infeksi, maka Anda perlu mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan dokter.
Jenis Kista Vagina
Secara umum, kista vagina dibagi menjadi lima jenis utama. Beberapa di antaranya merupakan kelainan bawaan sejak lahir, sementara jenis lainnya bisa didasari oleh adanya masalah kesehatan.
Berikut adalah beberapa jenis kista vagina:
Kista inklusi
Salah satu jenis kista vagina yang paling umum adalah kista inklusi. Jenis kista ini paling sering ditemukan saat melakukan pemeriksaan vagina.
Kista ini terbentuk di dinding vagina dan umumnya ukurannya tidak terlalu besar. Kista inklusi terjadi akibat cedera pada dinding vagina, misalnya robekan yang terjadi saat persalinan atau operasi vagina. Selama proses penyembuhan luka, jaringan vagina dapat tertanam dan menyebabkan terbentuknya kista.
Kista inklusi tidak menimbulkan gejala serius. Apabila Anda merasa tidak nyaman atau sakit saat kista ini muncul, segera konsultasikan dengan dokter.
Kista Bartholin
Kista Bartholin adalah kista di vagina yang mengakibatkan benjolan berisi cairan atau nanah di bukaan kedua sisi vagina. Kista ini disebabkan oleh sumbatan pada kelenjar Bartholin, yang menghasilkan cairan pelumas untuk labia atau bibir vagina.
Karena sumbatan ini, cairan dari kelenjar tersebut terjebak dan membentuk kista. Kista kelenjar Bartholin dapat berkembang menjadi abses saat terinfeksi oleh bakteri, menyebabkan pembengkakan, nyeri, dan demam tinggi.
Pengobatan kista kelenjar Bartholin tergantung pada ukuran kista dan ada tidaknya infeksi. Kista jenis ini mungkin hilang dengan sendirinya, tetapi jika kista mengalami infeksi atau ukurannya terlalu besar, dokter mungkin akan melakukan pembedahan untuk menghilangkan kista dan mencegahnya muncul kembali.
Baca Juga: Ketahui Apa Itu Kista Dermoid dan Tanda-Tandanya
Kista Sebasea
Kista sebasea adalah kista yang tumbuh di vulva (area luar alat kelamin wanita). Kista ini bisa muncul akibat kelenjar sebasea, yang bertugas memproduksi minyak alami kulit, mengalami penyumbatan.
Kelenjar sebasea umumnya bertugas menghasilkan sebum (minyak) untuk melumasi dan melindungi kulit. Bila kelenjar ini tersumbat, sebum dapat menumpuk di bawah kulit dan membentuk kista.
Kista sebasea sering muncul sebagai gumpalan kecil berisi cairan berminyak berwarna kuning keputihan. Meskipun tidak berbahaya dan tidak menimbulkan rasa sakit, namun kista ini dapat mengalami iritasi terutama jika sering tergesek.
Kista Gartner
Kista Gartner adalah kista yang terbentuk dari sisa saluran Gartner. Biasanya, saluran ini akan menghilang sebelum bayi lahir. Namun, pada beberapa kasus, saluran ini tidak menghilang atau masih tetap ada sebagai jaringan sisa di dalam tubuh. Jika hal ini terjadi, maka dapat terbentuk kista Gartner di dinding vagina.
Kista ini tidak menimbulkan gejala, namun saat membesar, Anda mungkin merasa tidak nyaman dan membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.
Baca Juga: Minum Air Es saat Haid Bisa Menyebabkan Kista, Mitos atau Fakta?
Kista Müllerian
Kista Müllerian adalah jenis kista yang terbentuk dari sisa jaringan Müllerian, yang bisa muncul selama perkembangan janin. Sama seperti kista Gartner, kista ini juga terbentuk dari sisa jaringan yang seharusnya menghilang sebelum bayi lahir. Kista ini juga perlu mendapatkan pembedahan apabila tumbuh besar atau mengalami infeksi.
Walaupun umumnya tidak berbahaya dan tidak menimbulkan gejala, Anda membutuhkan evaluasi dan pemeriksaan dokter lebih lanjut bila ukuran kista bertambah besar, sering merasa nyeri di area vagina, mengalami perdarahan abnormal, atau menemukan tanda-tanda infeksi.
Jika Anda merasakan adanya benjolan pada vagina, segera konsultasikan ke dokter. Anda juga bisa memanfaatkan layanan konsultasi kesehatan Ai Care apabila memiliki pertanyaan lebih lanjut tentang kista vagina. Unduh aplikasinya melalui App Store atau Play Store di ponsel Anda.
Mau tahu informasi seputar penyakit lainnya? Cek di sini, ya!
- dr Nadia Opmalina
Cleveland Clinic (2022). Vaginal Cysts. Available from: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/23452-vaginal-cysts
Stephanie Watson (2023). Vaginal Cysts. Available from: https://www.webmd.com/women/vaginal-cysts-causes-symptoms-treatments
Amanda Delgado (2024). What’s Causing This Cyst?. Available from: https://www.healthline.com/health/cyst
Mayo Clinic (2022). Bartholin's cyst. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bartholin-cyst/symptoms-causes/syc-20369976
Harvard Medical School (2024). Sebaceous cysts. Available from: https://www.health.harvard.edu/a_to_z/sebaceous-cysts-a-to-z
William A. Lee and Micah Wittler (2023). Bartholin Gland Cyst. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK532271
Baburam Dixit Thapa and Mohan Chandra Regmi (2020). Gartner’s Duct Cyst of the Vagina: A Case Report. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7580392/
Indira Prasad, et all (2022). A Large Mullerian Cyst With Pressure Symptoms: A Case Report. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC9872051/