• Beranda
  • penyakit
  • Gejala dan Penyebab Amebiasis, Infeksi Amoeba yang Dapat Bersifat Fatal

Gejala dan Penyebab Amebiasis, Infeksi Amoeba yang Dapat Bersifat Fatal

Gejala dan Penyebab Amebiasis, Infeksi Amoeba yang Dapat Bersifat Fatal
Ilustrasi nyeri perut. Credit: Freepik

Bagikan :


Amebiasis atau amoebiasis adalah infeksi parasit yang menyebabkan Anda mengalami masalah pencernaan seperti diare dan kram perut. Kondisi ini banyak dijumpai pada daerah dengan sanitasi yang buruk. Jika tidak ditangani dengan tepat, infeksi parasit dapat memicu komplikasi yang menyebabkan kematian. 

 

Apa Itu Amebiasis?

Amebiasis atau amoebiasis juga dikenal dengan istilah disentri amuba adalah penyakit saluran pencernaan yang terjadi akibat infeksi parasit. Penyakit yang disebabkan oleh parasit E. histolytica ini dapat menyerang anak-anak maupun dewasa. Umumnya, amebiasis sering terjadi di daerah tropis dengan sanitasi yang buruk seperti daerah yang tidak memiliki sarana air bersih dan pembuangan limbah yang layak. 

Amebiasis merupakan penyakit menular. Anda bisa tertular penyakit ini setelah terpapar parasit E. histolytica melalui:

  • Menyentuh tinja atau permukaan lain yang mengandung telur parasit kemudian memasukkan tangan Anda ke dalam mulut
  • Makan dan minum air atau makanan yang telah terkontaminasi
  • Melakukan seks anal
  • Bepergian atau tinggal di area yang memiliki sanitasi buruk

Baca Juga: Gangguan Pencernaan yang Sering Dialami Anak-Anak

 

Penyebab Amebiasis

Amebiasis disebabkan oleh parasit E. histolytica. Parasit ini merupakan organisme yang hidup dan mendapat nutrisi dari inangnya atau organisme lain. Parasit kemudian bertelur dan telur tersebut berkembang menjadi kista dewasa di dalam inangnya. Jika Anda terinfeksi parasit ini, kista akan keluar dari tubuh melalui tinja. Kemudian, siapa pun yang melakukan kontak langsung dengan tinja Anda, dapat tertular infeksi ini. 

 

Gejala Amebiasis

Sebagian besar orang yang mengalami amebiasis tidak menunjukkan gejala, terutama ketika pertama kali terinfeksi. Jika mengalami gejala, gejala tersebut cenderung muncul 1-4 minggu setelah kista parasit berkembang di saluran pencernaan. Pada tahapan ini gejala yang muncul umumnya ringan seperti:

  • Tinja menjadi encer
  • Kram perut
  • Diare
  • Demam
  • Mual

Meskipun kebanyakan orang tidak menunjukkan gejala, namun pada sebagian orang amebiasis dapat menyebabkan diare berdarah, radang usus besar, dan kerusakan jaringan. Pengidap amebiasis tersebut kemudian dapat menyebarkan penyakit dengan melepaskan kista baru ke lingkungan melalui tinja yang terinfeksi.

Pada komplikasi yang jarang terjadi, parasit dapat menembus dinding usus, masuk ke aliran darah dan berpindah ke berbagai organ dalam. Parasit ini dapat menginfeksi hati, jantung, paru-paru, hingga otak. Infeksi pada organ dalam dapat menyebabkan gejala serius seperti: 

  • Abses (penumpukan nanah)
  • Infeksi parah
  • Kematian

Baca Juga: Benarkah Minum Air Putih Setelah Makan Mengganggu Pencernaan?

 

Penanganan dan Pencegahan Amebiasis

Amebiasis yang disebabkan oleh parasit E. histolytica perlu diobati meski tidak menunjukkan gejala. Namun, jika amebiasis disebabkan oleh jenis ameba lain umumnya tidak membutuhkan pengobatan khusus.

Beberapa penanganan yang bisa diberikan antara lain: 

  • Pemberian antiamebik
  • Pemberian obat-obatan untuk mengurangi mual
  • Pemberian antibiotik
  • Pembedahan, jika terjadi perforasi (kebocoran) pada jaringan

Amebiasis adalah kondisi yang dapat dicegah dengan pengadaan sanitasi yang baik serta perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Beberapa perilaku hidup bersih dan sehat yang perlu diterapkan antara lain:

  • Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun sebelum mengolah makanan
  • Mencuci buah dan sayuran secara menyeluruh sebelum dimakan
  • Hanya mengonsumsi makanan dan minuman yang benar-benar matang
  • Mencuci tangan setelah buang air kecil dan buang air besar

 

Amebiasis merupakan salah satu penyakit yang banyak berkembang di daerah dengan sanitasi yang buruk. Jika Anda mengalami masalah pencernaan setelah mengonsumsi makanan atau minuman tertentu sebaiknya periksakan ke dokter. Anda juga bisa memanfaatkan fitur konsultasi pada aplikasi Ai Care yang dapat diunduh di ponsel. 

 

Mau tahu informasi seputar penyakit lainnya? Cek di sini, ya!

Writer : Ratih AI Care
Editor :
  • dr Nadia Opmalina
Last Updated : Rabu, 31 Juli 2024 | 09:39

Barwell, J. (2022). Amebiasis. Available from: https://www.healthline.com/health/amebiasis

Cleveland Clinic. Amebiasis (Amoebic Dysentery). Available from: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/23531-amoebic-dysentery

Kids Health. Amebiasis. Available from: https://kidshealth.org/en/parents/amebiasis.html