Pengaruh Sosial Media bagi Kesehatan Mental Remaja

Credit: Freepik. Remaja yang sedang melakukan isolasi

Bagikan :


Aktif di sosial media kini menjadi tren di kalangan anak muda, termasuk para remaja. Dengan kemudahan akses internet, sosial media telah menjadi salah satu hiburan bagi remaja. Meskipun memiliki sejumlah manfaat, sosial media juga memiliki risiko mengintai bagi perkembangan remaja.

 

Manfaat Sosial Media bagi Remaja

Sosial media memungkinkan remaja untuk menampilkan identitasnya di dunia maya dan berkomunikasi dengan orang lain serta membangun jaringan sosial. Dengan sosial media, remaja dapat mengetahui beragam informasi dan tren yang ada di kalangan anak muda dan apa yang terjadi di belahan dunia lainnya.

Jejaring sosial ini dapat membantu remaja yang memiliki disabilitas, penyakit kronis, atau sedang menjalani isolasi untuk mengakses dunia luar sehingga tidak merasa terasing dan terkucilkan.

Remaja juga dapat menggunakan sosial media sebagai sarana hiburan, ekspresi diri dan mengasah kreativitas. Sosial media juga dapat digunakan sebagai sarana kampanye hal-hal yang positif seperti penggalangan dana atau mendukung pergerakan hal positif lainnya.

Tak hanya itu, sosial media juga dapat menjadi media persahabatan bagi para remaja meskipun tanpa bertatap muka. Pada beberapa kasus, hal ini dapat membantu para remaja menghindari depresi.

 

Risiko Sosial Media bagi Remaja

Di balik berbagai manfaat sosial media bagi remaja, penggunaan sosial media juga dapat menimbulkan sejumlah risiko, terutama berkaitan dengan kesehatan mental remaja. Menurut Mayo Clinic, sebuah penelitian di tahun 2019 mengungkapkan bahwa lebih dari 12 ribu anak remaja berusia 13-16 tahun di Inggirs yang menggunakan sosial media memiliki masalah kesehatan mental. Beberapa potensi bahaya sosial media bagi kesehatan mental remaja di antaranya:

 

Gangguan Kecemasan

Dalam sosial media, remaja dapat mengalami tekanan untuk harus mengunggah foto yang sempurna dengan unggahan tulisan yang menarik. Hal ini dapat memicu gangguan kecemasan pada remaja. Semakin besar lingkaran sosial yang mereka miliki, akan semakin besar beban dan tekanan untuk selalu mengunggah hal yang positif, baik dan menarik.

Risiko lainnya yang mengintai adalah jika para remaja ceroboh mengunggah sesuatu yang bersifat pribadi, maka hal ini dapat berisiko remaja mengalami cyberbullying dan perilaku kejam lainnya di dunia maya. Kondisi ini dapat menyebabkan munculnya gangguan kecemasan pada remaja.

 

Kurang tidur

Para remaja gemar yang menghabiskan banyak waktu di sosial media cenderung sulit tidur. Akibatnya hal ini menyebabkan gangguan suasana hati, penurunan nilai akademis di sekolah, makan berlebihan dan kurangnya aktivitas fisik yang memicu kegemukan.

Kondisi ini juga erat kaitannya dengan masalah mental lainnya seperti depresi, masalah kecemasan dan ADHD. Dari segi fisik, kurang tidur juga dapat menyebabkan daya tahan tubuh menurun sehingga para remaja mudah sakit.

 

Menimbulkan Kecemburuan

Dampak negatif lainnya dari penggunaan sosial media adalah munculnya rasa iri dan kecemburuan pada apa yang diunggah orang lain di sosial media. Banyak remaja yang tidak menyadari bahwa apa yang diunggah di sosial media tidak selalu mencerminkan kebaikan dan kebahaagiaan yang sebenarnya.

Hal ini dapat memicu kecemburuan yang menyebabkan remaja merasa depresi, marah akan kondisinya sendiri, dan masalah lainnya. Jika tidak diolah dengan baik, perasaan ini dapat memicu seseorang melakukan intimidasi dan cyberbullying.

 

Depresi

Sebuah penelitian mengungkapkan hubungan antara penggunaan sosial media dan tingkat depresi. Meskipun belum dapat menemukan hubungan sebab-akibat antara media sosial dan depresi, namun penelitian mengungkapkan orang yang memiliki banyak platform sosial media memiliki risiko mengalami depresi lebih tinggi.

Beberapa penelitian tambahan juga menunjukkan bahwa penggunaan sosial media berkepanjangan berkaitan dengan gejala depresi, kecemasan, serta harga diri yang rendah terutama pada remaja.

Sosial media memang bagai dua mata pisau dalam kesehatan mental remaja. Di satu sisi memiliki manfaat yang dapat membuat remaja berkembang dan mengekspresikan dirinya. Namun di sisi lain jika tidak diawasi dengan benar, penggunaan sosial media dapat menyebabkan sejumlah risiko kesehatan mental.

Orang tua dapat membantu memantau kondisi anak dengan menjelaskan apa yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan di sosial media, membatasi penggunaan sosial media dan mendorong anak untuk bertatap muka dengan teman, alih-alih hanya aktif di sosial media. Apabila remaja Anda mulai menunjukkan perubahan perilaku akibat penggunaan sosial media, jangan ragu untuk konsultasi dengan psikolog atau psikiater. 

 

Mau tahu tips dan trik kesehatan, pertolongan pertama, dan home remedies lainnya? Cek di sini, ya!

 

Writer : Ratih AI Care
Editor :
  • dr Nadia Opmalina
Last Updated : Senin, 30 Januari 2023 | 11:05

Gordon, S. (2021). 5 Ways Social Media Affects Teen Mental Health. Available from: https://www.verywellfamily.com/ways-social-media-affects-teen-mental-health-4144769

Mayo Clinic Staff. Teens and social media use: What's the impact?. Available from: https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/tween-and-teen-health/in-depth/teens-and-social-media-use/art-20474437#

Fresko, H. Is social media bad for teens’ mental health?. Available from: https://www.unicef.org/stories/social-media-bad-teens-mental-health

 

Walters, M. (2022). Social Media and Youth Mental Health: How to Find Balance After Pandemic Spikes in Use. Available from: https://www.healthline.com/health/mental-health/social-media-and-youth-mental-health-how-to-find-balance-after-pandemic-spikes