• Beranda
  • Self-help
  • Mengenal Middle Child Syndrome, Benarkah Anak Tengah Rentan Merasa Diabaikan?

Mengenal Middle Child Syndrome, Benarkah Anak Tengah Rentan Merasa Diabaikan?

Ilustrasi anak sulung, anak tengah dan anak bungsu. Credit: Freepik

Bagikan :


Dalam masyarakat beredar anggapan bahwa anak tengah memiliki kepribadian yang berbeda di antara kakak dan adiknya. Sering kali anak tengah memiliki stereotipe pemberontak dan sering merasa diabaikan karena tidak mendapat perhatian yang sama dengan kakak dan adiknya. Kondisi ini dikenal dengan istilah middle child syndrome atau sindrom anak tengah. Namun, apakah sindrom ini benar-benar ada?

 

Karakteristik Anak Tengah

Middle child syndrome adalah stereotipe yang berkembang karena asumsi di masyarakat dan bagaimana media menggambarkan anak tengah di buku cerita, serial TV dan film. Dikatakan karena anak tengah berada di antara saudara-saudaranya, hal ini membuat orang tua lebih mudah melupakan kebutuhan anak tengah dibandingkan dengan kebutuhan saudaranya.

Karena itu, diasumsikan bahwa anak tengah bisa merasa iri serta terabaikan oleh orang tua mereka. Kondisinya yang berada di tengah membuatnya berlomba untuk mendapat perhatian dari orang tua seperti kakak dan adiknya. Ada juga anak tengah yang merasa bahwa mereka memiliki peran sebagai peacekeeper atau orang yang menjaga ketenangan dalam keluarga dan menjadi penengah bila ada masalah.

Beberapa karakteristik anak tengah antara lain:

  • Karena merasa diabaikan, anak tengah bisa merasa bahwa perannya dalam keluarga kurang jelas dan bisa memberontak sebagai bentuk menginginkan perhatian dari orang tua
  • Beberapa anak tengah sering mendapat peran untuk memediasi konflik antara kakak dan adiknya, sehingga membuat anak tengah memiliki keterampilan sosial yang baik atau kecerdasan emosional yang tinggi
  • Beberapa anak tengah melaporkan bahwa mereka merasa anak tengah bukanlah anak favorit di mata orang tuanya dan merasa tersisih dalam keluarga

Baca Juga: Dampak Jangka Panjang Bullying (Perundungan) pada Anak dan Remaja

 

Apakah Sindrom Anak Tengah Itu Nyata?

Istilah middle child syndrome pertama kali dicetuskan di tahun 1964 oleh psikolog Alfred Adler yang memiliki teori bahwa urutan kelahiran anak dapat memengaruhi kepribadiannya. Menurutnya, meski anak dilahirkan dari orang tua yang sama dan tumbuh besar di lingkungan yang sama, perkembangan psikologisnya bisa berbeda karena urutan kelahirannya.

Menurut teori Alfred, karakter anak berdasarkan urutan kelahirannya adalah sebagai berikut:

  • Anak sulung lebih otoriter dan merasa memiliki kuasa karena ekspektasi tinggi yang sering diberikan oleh orang tuanya.
  • Anak bungsu diperlakukan seperti anak manja dan tidak pernah bisa melampaui saudara-saudaranya yang lain.
  • Anak tengah adalah anak yang mudah marah tetapi sulit menyesuaikan diri karena merasa tidak mendapat perhatian yang sama dan terjepit di antara adik dan kakaknya

Saat ini teori dari Adler sudah sangat dikritik karena banyak masalah metodologi yang ditemukan dalam penelitiannya. Menurut APA (Asosiasi Psikologis Amerika), kondisi ini bukanlah suatu kondisi medis. Belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa menjadi anak tengah bisa memengaruhi kepribadiannya secara drastis atau membuatnya memiliki masalah mental suatu hari. 

Beberapa penelitian yang meneliti hubungan antara urutan kelahiran dengan kepribadian dan kecerdasan seseorang menunjukkan hasil yang tidak konsisten. Faktor lain seperti status sosial ekonomi dan gaya pengasuhan orang tua mungkin lebih berpengaruh terhadap perkembangan kepribadian anak.

Baca Juga: Cara Menjelaskan Perang dan Dampaknya pada Anak

 

Cara Menjaga Kesehatan Mental Anak Tengah

Meskipun bukan kondisi medis yang pasti dialami oleh setiap anak tengah, namun ada keluarga yang memiliki dinamika seperti ini. Untuk itu, sebagai orang tua, beberapa cara yang bisa Anda lakukan dalam mengasuh anak tengah dengan baik antara lain:

  • Memberi perhatian berimbang pada anak tengah
  • Melibatkan anak tengah pada berbagai acara keluarga
  • Melatih anak tengah untuk mengambil keputusan mengenai dirinya sendiri
  • Latih anak untuk berani berpendapat dan menceritakan keluh kesahnya
  • Hargai setiap pencapaian anak dan berikan pujian atau penghargaan sesuai dengan usaha mereka
  • Luangkan waktu bersama hanya dengan anak tengah saja dengan melakukan hal-hal yang menyenangkan

Jika memiliki pertanyaan seputar psikologi perkembangan anak sebaiknya konsultasikan ke psikolog atau ke dokter. Anda juga dapat memanfaatkan fitur konsultasi pada aplikasi Ai Care. 

 

Mau tahu tips dan trik kesehatan, pertolongan pertama, dan home remedies lainnya? Cek di sini, ya!

 

 

Writer : Ratih AI Care
Editor :
  • dr Hanifa Rahma
Last Updated : Rabu, 22 November 2023 | 14:25

Villines, Z. (2022). Is middle child syndrome real?. Available from: https://www.medicalnewstoday.com/articles/middle-child-syndrome#

Chan, K. (2023). Is Middle Child Syndrome Real?. Available from: https://www.verywellmind.com/is-middle-child-syndrome-real-7410121

Fletcher, J. (2021). Middle Child Syndrome. Available from: https://psychcentral.com/health/middle-child-syndrome

Werner, C. (2023). Birth Order and Personality: The Science Behind Middle Child Syndrome. Available from: https://www.healthline.com/health/mental-health/middle-child-syndrome

Brennan, D. (2021). What to Know About Middle-Child Syndrome. Available from: https://www.webmd.com/mental-health/what-to-know-middle-child-syndrome