Tanya Dokter

Beranda / Tanya Dokter
Pertanyaan Anda

Selasa, 25 Maret 2025 | 14:59
Kulit

Cara pengobatan sipilis/ raja singa agar sembuh total

HS
Info Penanya : HS

Jika tidak tersedia injeksi benzatin penisilin g obat apa yang bisa di konsumsi untuk mengobati sipilis secara total?

Share

Dijawab Oleh
Dijawab Oleh : dr. Risadayanti

Hai, terima kasih telah bertanya di Tanya Dokter Ai Care.

Sifilis atau yang disebut juga dengan raja singa adalah suatu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum, selain itu penyakit ini juga dikenal sebagai the great imitator karena luka pada penyakit ini serupa dengan penyakit lain sehingga perlu pemeriksaan lebih lanjut dalam mendiagnosa penyakit. Pengobatan sifilis akan tertangani lebih baik bila cepat terdeteksi. Oleh sebab itu, perlu pemeriksaan lanjutan dan menyeluruh untuk mencegah kerusakan pada organ tubuh yang lebih berat bila tidak di terapi.

Gejala - gejala yang muncul pada sifilis berbeda-beda tergantung dengan stadiumnya dan terkadang dapat tidak menimbulkan keluhan. Berikut stadium-stadium sifilis :

  • Sifilis Primer

Pada stadium pertama infeksi sifilis, terdapat satu atau beberapa luka di tubuh yang umumnya berbentuk bundar, berbatas tegas, dan tidak nyeri yang disebut juga dengan ulkus durum atau chancre. Luka muncul sekira 10-90 hari pasca ternfeksi dan timbul di area seperti penis, vagina, bibir, daerah dalam mulut ataupun dubur. 

  • Sifilis Sekunder

Setelah penyembuhan sifilis primer, sifilis sekunder muncul sekitar 2-8 minggu setelahnya. Gejala yang bisa timbul pada stadium sifilis sekunder adalah ruam kulit berwarna merah atau kecoklatan, penurunan berat badan, sakit kepala, nyeri otot demam hingga pembesaran kelenjar getah bening.

  •  Sifilis Laten

Bila tidak diobati, setelah sifilis sekunder maka akan masuk ke dalam stadium laten atau tersembunyi dimana ini berlangsung selama 1 tahun atau lebih yang pada umumnya tanpa disertai gejala yang jelas atau khas.

  •  Sifilis Tersier

Bila sifilis tidak terobati dengan baik pada stadium ini sifilis bisa mebuat kerusakan organ organ lain di tubuh, seperti jantung, pembuluh darah, otak, ataupun sistem saraf (neurosifilis). Dan ini bisa terjadi dalam rentang waktu 10-30 tahun hingga kerusakan organ yang terjadi dapat menyebabkan kematian.

  •  Sifilis Kongenital 

Bayi yang lahir dapat terinfeksi melalui plasenta atau ketika proses persalinan pada wanita yang terinfeksi sifilis . Janin yang terinfeksi sifilis juga bisa lahir prematur atau meninggal saat dilahirkan. Umumnya bayi baru lahir dengan sifilis bawaan tidak memiliki gejala, beberapa gejala berat yang dapat ditemukan pada bayi adalah ketulian, hidung tapal kuda ataupun kelainan bentuk gigi.

Sifilis dapat ditularkan dengan cara, seperti :

  1. Kontak seksual dengan luka pada penderita sifilis melalui mulut, vagina maupun dubur.
  2. Ibu ke janinnya saat kehamilan ataupun persalinan.
  3. Walaupun jarang sifilis juga dapat ditularkan dengan kontak kulit, transfusi darah ataupun pemakaian jarum suntik bersama.

Beberapa faktor risiko dapat meningkatkan seseorang terinfeksi sifilis, seperti:

  1. Hubungan seksual dengan beberapa pasangan.
  2. Berhubungan seksual tanpa pelindung seperti kondom.
  3. Penderita Infeksi HIV, karena penderita HIV umumnya memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih rendah sehingga rentan terhadap infeksi.
  4. Pria yang melakukan hubungan seksual dengan pria.

Pilihan pengobatan sifilis dilakukan dengan menentukan stadium yang saat sedang terjadi dengan beberapa pilihan obat, selain obat injeksi yang disebutkan masih ada juga pilihan injeksi lain sebagai alternatif bila ketersediaan obat injeksi di layanan kesehatan terdekat sedang tidak ada, selain itu memang terdapat pilihan terapi antibakteri atau antibiotik yang dapat diminum selama 21-28 hari namun pemberian obat ini harus berdasarkan pemeriksaan langsung oleh dokter spesialis kulit dan kelamin dimana perlu juga pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut seperti pemeriksaan darah ataupun pemeriksaan kulit dan luka agar pemberian obat sesuai dengan penyebab hingga memutus rantai penularan infeksi.

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah penyebaran sifilis, seperti :

  1. Hindari hubungan seksual secara bebas atau hanya memiliki satu pasangan seksual
  2. Menggunakan kondom namun bila luka diluar area yang tertutupi kondom risiko penularan masih ada
  3. Hindari pemakaian obat-obatan terlarang. Karena penggunaannya mengganggu proses pikir sehingga dapat meningkatkan risiko seseorang terlibat dalam perilaku seksual yang tidak aman
  4. Skrining sifilis secara rutin pada kelompok berisiko ataupun pada ibu hamil saat trimester satu dan tiga.
  5. Lakukan pemeriksaan bila pasangan seksual saat ini ataupun satu tahun terakhir menderita sifilis.

Namun ada beberapa tanda - tanda bahaya yang harus diwaspadai, yakni :

  1. Lemas
  2. Ruam atau luka dan nyeri diseluruh tubuh yang tidak tertahankan
  3. Kelemahan otot atau gangguan pergerekan otot

Bila terdapat tanda-tanda seperti ini jangan ragu untuk segera membawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) atau layanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat sesuai penyebab.

Semoga jawaban ini membantu Anda. Bila mengalami keluhan kesehatan atau ingin bertanya seputar informasi kesehatan, dapat berkonsultasi langsung dengan dokter di Aplikasi Ai Care. Unduh Aplikasi Ai Care di Appstore dan Playstore Anda!

Share
Baca Juga
Silahkan Klik "Tanya Dokter" Untuk Mengajukan Pertanyaan Anda

Diskusi Terbaru