Migrain sebenarnya merupakan gangguan neurologis yang kompleks, ditandai dengan serangan sakit kepala, mual, muntah, serta sensitivitas terhadap cahaya atau suara. Sakit kepala akibat migrain umumnya terasa berdenyut-denyut di satu sisi kepala.
Migrain terdiri dari beberapa jenis, namun terdapat dua yang paling sering terjadi, yaitu migrain dengan aura dan migrain tanpa aura. Apa perbedaan di antara keduanya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.
Apa itu Migrain Aura?
Migrain aura adalah jenis migrain yang ditandai dengan gejala neurologis yang muncul sebelum atau bersamaan dengan sakit kepala. Gejala aura biasanya berlangsung antara 20-60 menit dan bisa muncul dalam berbagai bentuk, seperti gangguan penglihatan, sensorik, motorik, atau kesulitan bahasa.
Gejala aura:
Visual
Gejala aura visual adalah yang paling umum, di mana penderitanya mungkin melihat kilatan cahaya, garis zigzag, bintik-bintik gelap, atau bahkan mengalami kehilangan penglihatan sementara pada salah satu atau kedua mata.
Sensorik
Pada migrain aura, gejala sensorik bisa berupa rasa kesemutan atau mati rasa yang dimulai di jari tangan dan kemudian menyebar ke lengan atau wajah.
Motorik
Dalam beberapa kasus, migrain aura dapat menyebabkan kelemahan otot sementara di satu sisi tubuh.
Bahasa
Penderita migrain aura juga mungkin mengalami kesulitan berbicara atau memahami kata-kata.
Fase aura disebabkan oleh gangguan aktivitas listrik di otak yang menyebar ke area tertentu. Setelah fase aura selesai, gejala sakit kepala migrain lainnya akan muncul.
Baca Juga: Migrain saat Cuaca Panas, Begini Mengatasinya
Apa itu Migrain Tanpa Aura?
Migrain tanpa aura adalah jenis migrain yang lebih umum, di mana penderita tidak mengalami gejala neurologis sebelum sakit kepala dimulai. Biasanya, migrain jenis ini dipicu oleh stres, pola tidur yang tidak teratur, konsumsi makanan tertentu, atau dehidrasi.
Secara umum, gejala migrain tanpa aura mirip dengan migrain aura. Beberapa tanda yang khas dari migrain tanpa aura antara lain:
- Sakit kepala di salah satu sisi kepala.
- Sakit kepala berdenyut.
- Sakit kepala yang semakin parah saat beraktivitas fisik.
- Sensitivitas terhadap cahaya dan suara.
- Mual dan muntah.
Baca Juga: Kenali Tanda Bahaya Migrain Berikut Ini
Pengobatan Migrain Aura dan Migrain Tanpa Aura
Meskipun migrain aura dan migrain tanpa aura memiliki perbedaan, pengobatan untuk keduanya umumnya sama. Perlu dicatat bahwa tidak ada obat yang dapat mengobati migrain secara permanen. Obat-obatan yang diberikan biasanya hanya membantu mengelola gejala yang muncul.
Berikut beberapa pengobatan yang disarankan:
- Mengonsumsi obat pereda nyeri seperti ibuprofen, aspirin, atau paracetamol.
- Mengonsumsi obat, seperti triptan dan ergotamin, yang efektif mengatasi serangan migrain.
- Mengikuti terapi seperti relaksasi atau akupunktur yang dapat membantu mengurangi frekuensi migrain.
Jika serangan migrain sering terjadi atau sangat mengganggu, sebaiknya konsultasikan kembali dengan dokter. Dokter mungkin akan meresepkan obat pencegahan dan melakukan evaluasi lebih lanjut.
Anda juga bisa memanfaatkan layanan konsultasi bersama dokter pada aplikasi Ai Care dengan mengunduhnya melalui App Store atau Play Store.
Mau tahu informasi seputar penyakit lainya? Cek di sini, yah!
- dr Nadia Opmalina
Rebecca Buffum Taylor (2024). Migraine With Aura. Available from: https://www.webmd.com/migraines-headaches/what-is-a-migraine-with-aura
Cleveland Clinic (2021). Migraine Aura. Available from: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/22131-migraine-aura
William Moore (2023). Migraines With Aura vs. Migraines Without Aura. Available from: https://www.webmd.com/migraines-headaches/migraine-auras-explained
Cleveland Clinic (2024). Migraine Headaches. Available from: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/5005-migraine-headaches
Mayo Clinic (2023). Migraine. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/migraine-headache/diagnosis-treatment/drc-20360207